Kiai Meruqyah jin Berakting: Jin Bodoh

Kiai Meruqyah jin Berakting

Jin pun Berakting

Jin Bodoh

Suatu hari aku duduk bersama beberapa orang teman di tempat yang gelap. Seorang temanku adalah insinyur, dia berkata kepadaku, "Di antara kita ada yang dapat menghadirkan ruh sayyidina Husain bin 'Ali bin Abi Thalib. Kita dapat berbincang-bincang dengan dia sesuai keinginan. Bagaimana pendapat kamu?" Aku berkata, "Itu semua bohong, penipuan." "Siapa yang berbohong itu? Ruh atau orang yang merasa bisa memanggilnya?" Tanyanya. Aku tegaskan, "Kedua-duanya." Maka temanku berkata, "Dia sekarang juga ada bersama kita." Aku berkata, "Kita sedang berada di tempat yang gelap dan kosong, apakah sayyidina Husain dapat hadir?"

Maka pemuda yang beragama Kristen tersebut berdiri, untuk memeriksa pintu dan jendela. Kemudian dia duduk di dekatku, dan membaca bacaan yang tidak kupahami. Kira-kira setengah jam berlalu tiba-tiba tempat dimana kami berada bergetar. Tak lama setelah itu terdengar suara dari atap kamar lalu turun ke lantai dan menyampaikan salam kepada kamu dan mendo'akan kami seorang demi seorang dengan menyebut nama beserta nama ibunya. Sungguh aneh! Kemudian dia berkata, "Untuk apa kamu mengundangku?" Maka orang yang mengundangnya menjawab, "Syaikh Yasin tidak percaya kalau engkau betul-betul ruh sayyidina Husain. Bahkan dia menuduh aku pendusta, demikian pula ruh yang hadir adalah pendusta." Apa yang dianggap ruh itu berkata, "Baik, kalau begitu coba bawa dia ke sini, biar aku yang menjelaskan kepadanya dan aku yang akan meyakinkannya sebelum pergi." Orang tersebut berkata, "Wahai Syaikh Yasin, silakan berbicara dengan maulana al-Husain ra-dhiyallaahu 'anhu." Maka berlangsunglah dialog Syaikh Yasin dengan apa yang mengaku ruh sebagai berikut:

Syaikh: Ruh siapakah yang datang ini?

Jin: Ruh sayyidina Husain bin 'Ali bin Abi Thalib.

Syaikh: Siapakah ibu kamu?

Jin: Fatimah az-Zahra.

Syaikh: Apakah Fatimah az-Zahra ra-dhiyallaahu 'anha wafat sebelum ataukah sesudah wafat ayahnya shallallaahu 'alaihi wa sallam?

Jin: Fatimah wafat setahun enam bulan delapan hari sebelum ayahnya.

Syaikh: Inilah bukti kebohongan. Sebab Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam wafat kira-kira enam bulan sebelum Fatimah.

Jin: Kamu menghadirkan aku untuk bertanya tentang hal yang tidak berguna.

Syaikh: Mengapa pertanyaan ini tidak berguna? Apakah kamu betul ruh sayyidina Husain?

Jin: Betul, betul, aku ruh al-Husain.

Syaikh: Terangkan dengan penanggalan masehi dan hijriyah, tanggal berapa kamu mati?

Jin: Ketika aku wafat kaum muslimin belum mengenal kalender. (17) (Jawaban yang salah)

Syaikh: Ketika orang tadi mengundang kamu, kamu sedang berada dimana?

Jin: Tadi aku sedang berada di langit keenam, lalu datang kepadaku Malaikat dan berkata, "Ada seorang syaikh ingin bertemu denganmu. Maka ketika itu pula aku turun dengan cepat, secepat kedipan mata."

Maka Syaikh Yasin membaca al-Qur-an termasuk ayat kursi dan dia pun terdiam. Lalu dia permisi ingin pergi. Maka aku (Syaikh Yasin) berkata, "Jangan dulu pergi sebelum kamu terangkan kepadaku siapa sebenarnya kamu." Maka dia berkata, "Ya, aku adalah dari golongan jin putih."

Syaikh: Mengapa kamu mengaku ruh sayyidina Husain?

Jin: Karena aku bertamu dengan pemuda yang memanggilku, maka aku datang ingin memainkannya. Dan dia berkata, "Siapa ingin ketemu ruh sayyidina Husain," maka aku segera berkata, "Akulah ruh Husain."

Syaikh: Dia beragama Kristen, kenapa kamu tidak mengaku ruh seorang tokoh dari orang Kristen?

Jin: Aku tidak mengetahui bahwa dia Kristen kecuali setelah mendengar dari kamu.

Syaikh: Jadi, kamu siapa?

Jin: Aku adalah jin dari goliongan mazabil.

Syaikh: Sudah, pergilah kamu, kutukan Allah akan selalu menimpamu.

Maka dia pun pergi dengan menyesal dan menderita karena tidak berhasil menggoda.

Temanku berkata,

Sekarang telah datang yang hak dan telah pergi yang batil.

Aku berkata, "Sesungguhnya kebatilan pasti lenyap."

===

(17) Majdi mengatakan: Imam Husain wafat pada hari Selasa 10 Muharram 61 H/ 10 Oktober 680 M., dengan perhitungan mulai awal Muharram tahun pertama (tgl 1-1-1 H) berawal pada 16 Juli 622. Wallaahu a'lam.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.

===

BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kiai Meruqyah jin Berakting: Jin Munafik

Kiai Meruqyah jin Berakting

Jin pun Berakting

Sebelum membahas bagaimana al-Qur-an dan Hadits membimbing kita dalam menghadapi tipu daya setan, dirasa perlu mengetahui langkah-langkah setan dalam melakukan tipu daya yang telah membuat banyak orang terjebak, hingga mereka sibuk melayani setan tanpa mereka sadari. Bahkan mereka merasa mendapat keistimewaan karena dapat berdialog dengan makhluk halus atau dapat menundukkan jin untuk kepentingan manusia. Padahal boleh jadi pada kenyataannya adalah sebaliknya. Mereka telah disibukkan jin dan menjadi pelayannya. Karena jin terkadang pura-pura menjadi ruh seorang ulama yang sudah wafat atau seorang wali dan memenuhi undangan serta memenuhi keperluan manusia yang masih hidup.

Majdi Muhammad asy-Syahawi (16) mengungkap pengalaman Syaikh Yasin Ahmad penulis buku Abathilul 'Arrafin. Melalui tulisannya dia telah menyingkap kebohongan paranormal atau yang sering disebut orang pintar. Beberapa pengalaman yang penting dijadikan sebagai bukti kebohongan mereka dalam beberapa pertemuan, antara lain:

Jin Munafik (Pertemuan Pertama)

Syaikh Yasin berkata, "Pada suatu hari aku kedatangan seorang kawan meminta aku menghadirkan ruh orang yang telah mati. Aku berkata kepadanya, 'Apakah kamu percaya?' Ia berkata, 'Ya, aku percaya.' Maka aku membaca beberapa ayat al-Qur-an dan aku minta agar ruh seseorang dapat hadir. Maka tidak lama datanglah yang ghaib itu dan berkata, 'Salamun 'alaikum.' Maka aku membalas dengan mengatakan, 'Wa'alaikum salam kalau kamu seorang mukmin.' Maka berlangsung dialog sebagai berikut:

Syaikh: Ruh siapakah yang datang ini?

Jin: Ruh seorang wali dari golongan wali Allah yang senantiasa shaum pada siang hari dan shalat pada malam hari.

Syaikh: Siapa namamu supaya aku dapat memanggil lebih akrab?

Jin: Janganlah kau tanya namaku.

Syaikh: Mengapa?

Jin: Aku dari golongan ulama shalihin.

Syaikh: Kalau begitu, bolehkah aku bertanya kepadamu tentang masalah agama?

Jin: Oh, silakan sekarang juga.

Syaikh: Al-Qur-an berapa surat?

Jin: 114 surat.

Syaikh: Apakah kamu hafal semua surat al-Qur-an?

Jin: Ya, aku hafal, dan aku mengetahui tafsir semua ayat serta sebab turunnya.

Syaikh: Berlindunglah kamu kepada Allah dari kehadiran setan dan bacalah ayat kursi!

Jin: Tidak! Tidak! Cukuplah! Cukup jangan diteruskan. Aku tidak mungkin memohon perlindungan.

Syaikh: Mengapa?

Jin: Aku berlindung dari diriku sendiri?

Syaikh: Kenapa? Memang kamu sendiri adalah setan?

Jin: Ya.

Syaikh: Siapa namamu?

Jin: Nakhnukh dari keturunan iblis.

Syaikh: Apakah kamu muslim?

Jin: Sungguh engkau telah bertanya tentang yang aku benci, aku tidak mau mendengar kata muslim sama sekali, aku membenci kaum muslimin.

Syaikh: Sekarang aku tanya, apa yang terdapat pada kantong bajuku dan baju temanku? Dan sebutkan nama kami dengan sempurna!

Jin: (Dia menyebut semua yang ada pada kantong baju kami dan menyebut nama kami dengan sempurna dan tepat).

Syaikh: Untuk apa kamu datang kepada kami?

Jin: Setiap ada orang yang memanggil ruh seseorang aku datang, aku ingin melecehkan dan mempermainkan mereka.

Syaikh: Tapi bagaimana kamu dapat menghafal al-Qur-an?

Jin: Aku menghafal al-Qur-an beberapa ayat untuk mempermainkan orang-orang seperti kamu.

Syaikh: Baik, sekarang dengarkan beberapa ayat ini:
(Syaikh membaca ta'awwudz, basmalah, dan ayat kursi)."

Akhirnya menghilanglah setan tanpa memberi bekas apapun.

Syaikh Yasin berkata, "Aku pernah memanggil ruh orang mati ratusan kali, namun tidak pernah datang kecuali setan, padahal mereka selalu mengaku sebagai ruh hamba-hamba orang yang shalih, seperti dengan mengatakan, 'Aku adalah ruh Ahmad al-Badawi, aku adalah ruh Husain bin 'Ali, aku adalah ruh Jibril Pembawa Wahyu.' Setelah berlangsung dialog dengan mereka, terbukti mereka semua adalah setan dari golongan jin, tidak ada satu pun dari mereka ruh orang yang sudah mati."

===

(16) Asy-Syahawi, Tahdhirruruh, Maktabah as-Sa'ie Riyadh, tt, 39.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.

===

BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kategori Penyakit

Penyakit Organ
Penyakit Virus dan cuaca
Penyakit Pencernaan
Penyakit Tulang otot
Penyakit Imunitas dan lain-lain
Penyakit Reproduksi dan kesuburan
Penyakit Saluran pernafasan
Penyakit Kanker
Penyakit Sistem syaraf dan pembuluh darah

Kiai Meruqyah jin Berakting: Keyakinan yang Keliru (3)

Kiai Meruqyah jin Berakting

Kesurupan

Keyakinan yang Keliru (3)

Pelajaran dari hadits:

1. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah hamba yang terbaik secara mutlak dan yang paling dikasihi Allah. Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) telah menyatakan ketidakmampuannya berbuat apapun bila mati sudah tiba. Apa yang beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) inginkan bukanlah membalas dendam tetapi perang suci untuk meraih kedudukan yang tinggi di hadapan Allah, sehingga yang dicita-citakannya bukan membunuh orang lain akan tetapi berjihad hingga dibunuh orang lain. Namun demikian, pernyataan itu tetaplah bersifat angan-angan yang tidak akan terwujud karena ruh orang mati memang tidak akan kembali ke dunia.

2. Orang-orang yang shalih adalah pengikut Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam). Mereka berharap sekiranya memungkinkan untuk mampu kembali ke dunia setelah mati, namun ketetapan Ilahi tidak pernah dapat diubah siapapun. Karena itu sungguh keliru keyakinan yang mengatakan adanya ruh para wali atau orang shalih dapat kembali ke dunia dan dapat diminta bantuan. Baik untuk menolong orang yang masih hidup dalam urusan dunia ataupun urusan ibadah yang berhubungan dengan Allah. Bila ada yang berkata, "Berdasarkan firman Allah orang yang gugur di medan juang tidaklah mati, mereka masih hidup. Karena itu mereka bisa diminta tolong." Pernyataan tersebut, tidak diragukan lagi, muncul karena ketidakpahaman terhadap ayat al-Qur-an. Sebenarnya orang yang meninggal di jalan Allah dinyatakan tidak mati, bukan berarti mereka masih bisa beramal akan tetapi amal mereka yang sudah berlalu masih dinyatakan sebagai amal yang masih terus dilakukan sampai saat ini, sehingga pahalanya tidak pernah akan berhenti walaupun mereka sudah berhenti beramal. Mari kita perhatikan dengan jelas:

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sungguh mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka, dan mereka mendapat rezeki." (QS. Ali 'Imran: 169)

Ayat ini menjelaskan betapa mulianya kedudukan orang yang berjuang membela agama Allah, baik dengan perang fisik ataupun perang pena dan lisan.

Dari Fadhalah bin 'Ubaid bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Setiap mayat ditutuplah masa beramalnya kecuali yang komitmen di jalan Allah, maka amalnya terus tumbuh berkembang pada hari Kiamat dan dia diamankan dari fitnah kubur." (12)

Semua amal ibadah memiliki kedudukan yang sangat mulia bila dilakukan dengan benar dan ikhlas. Di samping kedudukan jihad fi sabilillah dalam artian khusus juga ada amal yang lain yang pahalanya terus tidak terputus karena kematian, sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:

Dari Abu Hurairah ra-dhiyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali dari tiga: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendo'akannya." (HR. Al-Bukhari) (13)

3. Bila seseorang sudah memasuki alam kubur, dia tidak akan lepas dari salah satu alternatif, yaitu mendapat kenikmatan istirahat menunggu hari Kiamat atau menderita karena dihadapkan kepada ancaman yang tidak dapat dia hindari. Keduanya tidak memberi kesempatan untuk bangun ke dunia, baik untuk memperbaiki amal ataupun untuk mengganggu orang yang masih hidup.

Adapun cerita-cerita yang sering diekspos baik melalui media cetak ataupun elektronik dan dihubungkan dengan kematian seseorang, baik orang shalih ataupun orang jahat. Akan tetapi sekiranya terjadi suatu peristiwa yang dipandang aneh dan tidak rasional maka sebenarnya hal tersebut adalah permainan setan yang mengatasnamakan seseorang. Bahkan bukan saja mengatasnamakan orang yang sudah meninggal akan tetapi juga setan dapat meniru siapa saja yang dia inginkan selain Rasul (shallallaahu 'alaihi wa sallam) (14). Bila ada seseorang yang dapat muncul di beberapa tempat atau daerah pada saat yang sama, hal itu menunjukkan adanya permainan setan yang sedang menipu manusia. Umpamanya seorang tokoh masyarakat diketahui melakukan shalat Shubuh di Indonesia sedangkan pada hari yang sama dia dilihat melakukan shalat Zhuhur di Mekkah. Hal itu dapat dipastikan, kalau bukan keduanya, bahwa salah satu di antara keduanya adalah setan. Dengan cara ini setan telah banyak berhasil menjebak manusia, sehingga mereka memandang orang tersebut sebagai orang yang luar biasa. Sekiranya tidak terlihat shalat sekalipun, mereka beranggapan bahwa dia melaksanakan shalat di tempat lain atau cara shalatnya berbeda dengan kita. Sehingga muncullah istilah shalat syari'at dan shalat hakikat. Inilah salah satu bentuk keberhasilan setan dalam menggoda manusia. Dia telah berhasil menjerumuskan orang yang dikultuskan sampai berani meninggalkan kewajiban dan telah merusak aqidah orang-orang yang mengkultuskannya sampai mereka menganggap guru mereka menempati kedudukan yang lebih tinggi dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Akhirnya muncullah keangkuhan yang tidak diragukan merupakan sikap yang dimurkai Allah. Seorang tokoh tasawuf yang terkenal bernama Abu Yazid al-Busthami (15) pernah mengatakan:

Kami telah menyeberangi lautan di mana para Nabi hanya sampai di pantainya.

Kalimat yang muncul dari kesombongan ini telah membuat para pengikutnya semakin kagum. Memang bila seseorang telah dapat digeser sedikit menyimpang dari ajaran yang benar maka setan akan terus berjuang agar orang tersebut menyimpang jauh sehingga menjadi temannya di Neraka nanti. Semoga Allah menyelamatkan kita dari godaan dan rayuan setan. Semoga Allah membuka hati kita untuk selalu siap menyambut teguran yang datang dari sesama muslim guna perbaikan di masa mendatang.

===

(12) Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir 18/311/803, an-Nasa-i dalam Sunannya 6/39/3168, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 10/485/4624, at-Tirmidzi dalam Sunannya 4/166/1621, Ibnu Majah dalam Sunannya 2/927/2767, (Ahmad) Ibnu Hanbal dalam Musnadnya 4/150/17396, al-Hakim dalam Mustadrak 2/88/2417, ath-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir 17/308/848, an-Nasa-i dalam Sunan al-Kabir 3/27/4376, ath-Thabrani dalam Musnad asy-Syamiyyin 2/186/1158, al-Harits/ al-Haitsami dalam Musnadnya (az-Zawa-id) 2/652/628, Ibnu Mubarak dalam al-Jihad 1/142/174, ad-Darimi dalam Sunannya 2/278/2425.

(13) Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad 1/28/38, Muslim dalam Shahihnya 3/1255/1631, an-Nasa-i dalam Sunannya 6/251/3651, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 1/296/93, Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 4/122/2494, at-Tirmidzi dalam Sunannya 3/661/1376, Ibnu Majah dalam Sunannya 1/88/241, Abu Dawud dalam Sunannya 3/118/2880, (Ahmad) Ibnu Hanbal dalam Musnadnya 2/372/8831, an-Nasa-i dalam Sunan al-Kubra 4/109/6478.

(14) Syaitan tidak dapat menyerupai Rasul (shallallaahu 'alaihi wa sallam) baik semasa beliau masih hidup ataupun sesudah wafat. Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda:

Dari 'Abdullah ra-dhiyallaahu 'anhu dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang menemuiku sewaktu tidur maka dia telah bertemu denganku, sebab syaitan tidak dapat menyerupai aku.

Menurut hadits ini bila seorang Shahabat mimpi bertemu Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) maka dapat dipastikan bahwa yang dia lihat itu adalah Rasulullah, karena dia mengetahui wajah Rasul. Adapun selain Shahabat maka tidak dapat dipastikan karena tidak mengetahui wajah Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam). Sehingga sangat mungkin orang lain ditiru syaitan kemudian dia mengaku Rasul (shallallaahu 'alaihi wa sallam).

Tambahan untuk buku ini dari Abu Sahla al-Bantani (pemilik blog):
Kesimpulannya, bedakanlah antara kata meniru (menyerupai) dengan kata mengaku. Setan tidak dapat menyerupai Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam namun setan dapat mengaku sebagai Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

(15) 'Abdurrahman 'Abdul Khaliq, al-Fikrushshufi, Maktabah Darussalam, Riyadh, 1414 H: 58.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.

===

JUAL ATAP BAJA RINGAN
Anda membutuhkan penjual atap baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kiai Meruqyah jin Berakting: Keyakinan yang Keliru (2)

Kiai Meruqyah jin Berakting

Kesurupan

Keyakinan yang Keliru (2)

Dari Zadan Abu 'Umar (*) berkata, "Aku mendengar al-Bara' bin 'Azib (**) berkata, 'Kami keluar bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengantar jenazah seorang Anshar, maka sampailah kami di kuburan. Sebelum dimasukkan ke dalam lubang lahad, kami duduk di dekat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, maka beliau melihat ke langit dan ke bumi lalu menaikkan pandangannya dan menurunkannya tiga kali. Kemudian beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) berdo'a, 'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.' Lalu beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, 'Sesungguhnya seorang muslim jika menghadapi hari Akhirat dan meninggalkan dunia, datanglah Malakul maut dan duduk di sebelah kepalanya, dan turun pula para Malaikat dari langit, wajahnya seperti matahari. Mereka membawa kain kafan dari Surga, dan sarung dari Surga. Mereka memandang dengan pandangan yang sangat jauh. Maka Malakul maut berkata, 'Wahai jiwa yang tenang keluarlah kamu menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.' Maka dia pun keluar dengan mudah seperti mengalirnya air minuman, maka mereka tidak meninggalkan sedikit pun sisa dari tangannya. Lalu mereka membawanya naik ke langit, mereka tidak melewati pasukan Malaikat kecuali mereka berkata, 'Alangkah wanginya ruh ini!' Maka mereka berkata, 'Dia adalah fulan bin fulan.' Disebut namanya yang terbaik, dan bila tiba di langit maka terbukalah pintu-pintu langit kemudian semua yang ada di langit pun mengantarnya hingga sampai di langit berikutnya sampai pada langit ke tujuh. Kemudian dikatakan lagi, 'Catatlah amalnya pada buku 'illiyyin.' Kemudian dikatakan lagi, 'Kembalikan hamba-Ku ke bumi sebab aku telah berjanji bahwa dari bumi Kuciptakan mereka dan ke bumi Kukembalikan serta dari bumi pula mereka akan Kami keluarkan pada gilirannya.' Maka ruhnya dikembalikan ke dalam jasadnya. Tidak lama Malaikat pun datang dan bertanya, 'Siapa Tuhanmu?' Maka dia menjawab, 'Allah.' Mereka berkata, 'Apa agamamu?' Dia menjawab, 'Islam.' Mereka berkata, 'Siapakah yang keluar tampil di hadapanmu?' Ia menjawab, 'Rasulullah.' Mereka bertanya, 'Darimana kamu tahu?' Dia menjawab, 'Aku membaca Kitabullah, maka aku beriman kepadanya dan meyakini kebenarannya.' Maka terdengarlah seruan dari langit karena dia menjawab dengan benar, 'Sediakanlah baginya hamparan (karpet) di Surga dan berilah dia pakaian dari Surga dan perlihatkanlah kepadanya tempatnya di Surga.' Maka kuburnya diperluas dan datanglah ruh Surga disertai wanginya. Demikianlah yang mereka alami dan tidak lama kemudian datanglah seseorang yang berwajah sangat elok dengan berpakaian yang sangat indah serta memakai wangi-wangian yang semerbak. Dan dia berkata, 'Berbahagialah engkau dengan yang menyenangkan ini. Inilah hari yang telah dijanjikan dahulu.' Maka dia bertanya, 'Siapakah engkau ini? Sungguh wajahmu memberi kebahagiaan dan membawa kebaikan.' Dia menjawab, 'Aku adalah amal baikmu.' Maka dia berkata, 'Ya Tuhanku, percepatlah hari Kiamat agar aku dapat bertemu dengan keluargaku dan hartaku.' Kemudian Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) membaca (firman Allah), 'Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan kata yang tetap pada waktu hidup di dunia dan di Akhirat.'

Adapun orang yang berdosa, bila dia akan menghadapi hari Akhir dan putus hubungannya dengan dunia, datang kepadanya Malakul maut lalu duduk di sebelah kepalanya, dan datang pula Malaikat lainnya dengan wajah yang hitam yang membawa kain kasar, mereka duduk dengan tidak terlihat ujungnya. Maka Malakul maut berkata, 'Keluarlah kamu wahai jiwa yang busuk untuk menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, 'Maka retaklah anggota jasadnya dan pada putuslah urat-urat dan ototnya, seperti dikeluarkannya kapas basah yang dikerik dengan alat bakar yang dibuat dari besi yang bergigi. Maka mereka tidak membiarkannya, tidak lama mereka pergi membawanya naik ke langit, dan tidak berlalu melewati satu pasukan dari tentara Malaikat terdengar mereka berkata, 'Alangkah busuknya ruh ini.' Para Malaikat tadi berkata, 'Ya, dia adalah si fulan.' Dengan disebut namanya yang paling buruk. Manakala sampai di langit maka tertutup pintu-pintu langit, maka terdengar seruan, 'Masukkan catatan amalnya ke dalam sijjin. Lalu kembalikan hamba itu ke bumi, sungguh Aku menjanjikan bahwa dari bumi Aku menciptakan mereka, dan ke bumi akan Kukembalikan. Dari sana akan Kukeluarkan kembali.' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, 'Maka ruhnya dilemparkan hingga bersatu lagi dengan jasadnya.' Kemudian beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) membaca firman Allah, 'Dan barangsiapa yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, 'Maka Malaikat pun mendatanginya dan bertanya, 'Siapa Tuhanmu?' Ia menjawab, 'Aku tidka tahu.' Maka terdengarlah seruan dari langit, 'Dia sudah ditetapkan, maka hamparkan baginya (tikar) dari Neraka, berilah dia pakaian dari Neraka dan perlihatkan kepadanya tempat dia di Neraka.' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, 'Maka bumi menyempit dan menghimpitnya hingga susunan tulang-tulang rusuknya tidak lagi menentu dan tidak lama kemudian datanglah angin dari Neraka yang berbau busuk dan panas, demikianlah yang dialami. Maka datanglah kepadanya seorang yang berpenampilan jelek sekali dengan berpakaian yang jelek dan bau busuk. Dia berkata, 'Berbahagialah kamu dengan berita buruk ini. Inilah hari yang telah dijanjikan terdahulu.' Maka ia berkata, 'Siapakah kamu, wajah yang memberikan kabar yang sangat buruk?' Dia berkata, 'Aku adalah amal perbuatan burukmu dahulu.' Ia berkata, 'Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan terjadi hari Kiamat itu.'" (HR. Muslim)

===

(*) Catatan untuk buku ini dari Abu Sahla al-Bantani (pemilik blog):
Dalam bahasa Arab tertulis Zadzan. Sedangkan dalam bahasa Indonesia tertulis Zadan Abu Umar.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.

===

JUAL ATAP BAJA RINGAN
Anda membutuhkan penjual atap baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: 10 Langkah Melakukan Bekam (5)

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Kedua

Cara Membekam yang Efektif

10 Langkah Melakukan Bekam

Langkah Kelima: Menyimpulkan dan Menentukan Diagnosa Penyakit

Setelah diwawancarai dan dilakukan pemeriksaan pada fisik pasien, maka harus diambil kesimpulan tentang keluhan pasien, sehingga diagnosa pasien dapat ditentukan. Beberapa hal yang harus disimpulkan adalah:

1. Menentukan jenis keluhan. Misalnya keluhan pada meridian atau organ tubuh.

2. Menentukan letak penyakitnya. Misalnya terletak di meridian lambung atau di organ usus besar.

3. Menentukan sifat penyakitnya. Misalnya penyakit tersebut bersifat lemah (hipo), atau kuat (hiper).

4. Menentukan jenis pengobatan. Misalnya bila penyakitnya lemah, maka harus dikuatkan, dan bila kuat atau berlebihan maka harus dikurangi atau dilemahkan.

5. Menentukan apa penyebabnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka pasien bisa mencegah agar tidak terulang lagi penyakitnya. Misalnya pasien batuk karena sering keluar malam, maka harus diberi nasihat agar tidak keluar malam.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

RANGKA BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan rangka baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: 10 Langkah Melakukan Bekam (4)

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Kedua

Cara Membekam yang Efektif

10 Langkah Melakukan Bekam

Langkah Keempat: Memeriksa Pasien

Tujuan memeriksa pasien adalah untuk membuktikan apakah yang dikeluhkan pasien itu benar atau tidak. Selain itu, apakah keluhan tersebut juga diikuti dengan kelainan fisik. Karena pada beberapa kasus, banyak pasien mengeluhkan suatu penyakit, namun ketika dicocokkan dengan fisiknya ternyata tidak sesuai dengan yang dikeluhkan. Di samping itu, juga sering terdapat kelainan pada fisiknya, namun pasien tidak mengeluhkannya. Pemeriksaan fisik yang dilakukan adalah:

1. Pemeriksaan umum, meliputi: tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan, lidah, iris, dan telapak tangan. Pemeriksaan ini bisa memakai cara diagnosis modern maupun tradisional. Yang penting adalah bisa untuk mengetahui kelainan fisik pasien.

2. Pengamatan, pendengaran, dan penciuman dari daerah keluhan dan dari masing-masing organ. Pengamatan ditujukan untuk mendapatkan kesan keseluruhan dari pasien, meliputi: ekspresi muka, sinar wajah, bentuk atau sikap pasien.

3. Perabaan, penekanan, atau pengetukan sekitar keluhan, dan perabaan pada organ lain. Pada beberapa kasus, dengan perabaan atau penekanan pada tempat keluhan dapat diketahui keadaan penyakitnya. Apabila ditekan terasa sakit, maka penyakitnya bersifat hiper atau kelebihan fungsi. Sedangkan bila ditekan enak, maka penyakitnya bersifat lemah atau berkurangnya fungsi. Selain itu, perlu juga mendengarkan suara pasien, misalnya suara batuk lemah, merintih, dan lain-lain yang menunjukkan tubuh dalam keadaan lemah. Suara keras dan batuk keras menandakan tubuh dalam keadaan kuat (hiper).

4. Mengecek fungsi tubuh. Misalnya pasien mengeluh tangannya nyeri. Maka bisa dicek, apakah tangannya bisa digerakkan ataukah tidak. Apabila digerakkan bertambah nyeri, berarti penyakitnya bersifat hiper atau kelebihan fungsi, cara pengobatannya adalah dengan dikurangi atau dilemahkan fungsinya. Sedangkan bila digerakkan bertambah enak, berarti penyakitnya bersifat lemah. Cara mengobatinya adalah dengan menguatkan meridian atau organ yang lemah tadi.

5. Apabila memungkinkan, bisa juga dilakukan pemeriksaan lainnya, misalnya pemeriksaan secara tradisional seperti memeriksa iris mata (iridiology), lidah, telinga, telapak tangan; atau melakukan pemeriksaan medis modern, misalnya: laboratorium, radiology, CT-scan, MRI, dan lain sebagainya.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

RANGKA BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan rangka baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: 10 Langkah Melakukan Bekam (3)

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Kedua

Cara Membekam yang Efektif

10 Langkah Melakukan Bekam

Langkah Ketiga: Mewawancarai Pasien

Tujuan mewawancarai pasien adalah untuk mengetahui maksud pasien mencari pengobatan, serta mendalami penyakit dan keluhan yang dialami.

1. Keluhan utama pasien, yaitu keluhan yang menyebabkan pasien datang mencari pengobatan dengan bekam. Keluhan ini misalnya berupa nyeri di kepala.

2. Keluhan tambahan adalah keluhan lain yang menyertai keluhan utama, misalnya selain nyeri kepala juga diikuti mual dan muntah.

3. Riwayat penyakit pasien masa lalu, yaitu penyakit-penyakit yang dialami beberapa waktu sebelumnya. Sebab, seringkali penyakit yang diderita saat ini berhubungan dengan penyakit di masa lalu.

4. Keluhan dari masing-masing meridian atau organ tubuh. Setelah itu, dilanjutkan dengan mencari apakah keluhan itu karena tubuh mengalami kelebihan fungsi (hiper), atau justru fungsi yang berkurang (lemah atau hipo).

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

RANGKA BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan rangka baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: 10 Langkah Melakukan Bekam (2)

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Kedua

Cara Membekam yang Efektif

10 Langkah Melakukan Bekam

Langkah Kedua: Mendata Pasien

Setelah semuanya dipersiapkan, maka dilanjutkan dengan mendata pasien. Data ini penting, sebagai catatan bila pasien suatu saat berobat kembali, sudah ada data-datanya. Sehingga bisa dievaluasi perjalanan penyakitnya. Identitas pasien juga penting untuk mencegah agar tidak salah pasien dan bila terjadi sesuatu pada pasien, juru bekam sudah punya data-datanya. Data yang perlu dicatat adalah:

1. Identitas umum pasien, mencakup: Nama, alamat, usia, jenis kelamin, status.

2. Identitas keluarga, mencakup: Kedudukan dalam keluarga, pekerjaannya sehari-hari. Biasanya penyakit pasien berhubungan dengan pekerjaannya.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

RANGKA BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan rangka baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: 10 Langkah Melakukan Bekam (1/3)

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Kedua

Cara Membekam yang Efektif

10 Langkah Melakukan Bekam

Langkah Pertama: Menyiapkan Alat, Pasien dan Juru Bekam

3. Menyiapkan Diri Sendiri (Juru Bekam)

Orang yang mau membekam juga harus menyiapkan dirinya sendiri. Jangan sampai terjadi "human error" karena kesalahan dan kelalaian juru bekam disebabkan tidak mempersiapkan dirinya dengan baik. Adapun bentuk persiapan yang seyogianya dilakukan antara lain:

a. Juru bekam dalam keadaan sehat, tidak sakit, sudah berwudhu dan berdo'a. (*)

b. Juru bekam telah menguasai ilmu bekam (profesional).

c. Juru bekam sudah sering dibekam dan membekam.

d. Juru bekam sebaiknya adalah orang yang mempunyai orientasi untuk selalu meningkatkan iman dan takwa.

e. Juru bekam sudah mengecek semua peralatan dan sarana yang akan dipakai.

===

(*) Catatan untuk buku ini dari Abu Sahla al-Bantani (pemilik blog):
Sebatas pengetahuan saya, belum pernah saya mengetahui dalil khusus berwudhu sebelum membekam dan dalil khusus berdo'a sebelum membekam. Wallaahu a'lam.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

RANGKA BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan rangka baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 35-36 (2)

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Baqarah, Ayat 35-36 (2)

Ujian bagi Adam

Adapun firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Dan janganlah kamu dekati pohon ini!" merupakan cobaan dan ujian dari Allah Sub-haanahu wa Ta'aala bagi Adam ('alayhis salaam).

Terjadi perbedaan pendapat tentang pohon apakah ini? Ada yang berpendapat bahwa itu adalah pohon anggur. Ada yang mengatakan, pohon gandum. Dan ada juga yang mengatakan, pohon kurman. Ada yang mengatakan buah tin. Ada yang mengatakan pohon yang apabila buahnya dimakan pasti berhadats. Dan ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah pohon yang dimakan oleh Malaikat agar menjadikan mereka kekal.

Imam Abu Ja'far bin Jarir rahimahullaah mengatakan: "Yang benar bahwa Allah Sub-haanahu wa Ta'aala telah melarang Adam dan isterinya memakan buah pohon tertentu saja dari pohon-pohon yang ada di Surga, tidak semua pohon, tetapi keduanya memakan buah dari pohon tersebut. Dan kita tidka tahu pohon apa yang ditentukan oleh Allah itu, karena Dia tidak menjelaskan hal itu kepada hamba-hamba-Nya, baik di dalam al-Qur-an maupun di dalam hadits yang shahih. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah pohon pir, ada yang mengatakan pohon anggur, ada yang mengatakan pohon buah tin. Dan bisa jadi pohon itu adalah salah satu darinya. Dan ini adalah pengetahuan yang tidak mendatangkan manfaat bagi orang yang mengetahuinya, serta tidak memudharatkan orang yang tidak mengetahuinya. Wallaahu a'lam." (152)

Imam ar-Razi dalam tafsirnya dan juga yang lainnya menguatkan pendapat ini, dan inilah yang benar.

Dan firman-Nya: "Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari Surga." Dhamir (kata ganti) pada kata "'anha" kembali kepada Jannah (Surga), sehingga maknanya -sebagaimana bacaan 'Ashim bin Bahdalah (Ibnu Abin Nujud)- adalah "fa-azaa lahuma" yaitu menyingkirkan keduanya." (153)

Dan bisa juga dikembalikan kepada kata yang disebutkan paling dekat, yaitu asy-syajarah (pohon), sehingga maknanya sebagaimana dikatakan oleh al-Hasan dan Qatadah: "fa-azallahuma" yaitu dari posisi sebelum keduanya tergelincir." (154)

Berdasarkan pendapat ini berarti perkiraan kalimat: "fa-azallahumasy syaithaanu 'anha" yakni kata "'anha" bermakna disebabkan olehnya. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman: "yu'-faku 'anhu man ufika (Dipalingkan darinya (Rasul dan al-Qur-an) orang yang dipalingkan)." (QS. Adz-Dzaariyaat: 9) Yaitu dipalingkannya orang-orang yang dipalingkan disebabkan olehnya.

Oleh karena itu Allah Sub-haanahu wa Ta'aala berfirman: "Dan keduanya dikeluarkan dari keadaan semula," yaitu dari pakaian, tempat tinggal yang lapang, rizki yang menyenangkan dan ketenangan.

"Dan Kami berfirman: 'Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian lainnya, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." Yakni tempat tinggal, rizki, dan ajal sampai waktu yang ditentukan serta batas waktu yang ditetapkan, dan kemudian datanglah hari Kiamat.

===

(152) Tafsiir ath-Thabari (1/520).

(153) Ibnu Abi Hatim (1/127).

(154) Ibnu Abi Hatim (1/128-129).

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

DAFTAR HARGA ATAP BAJA RINGAN
Anda membutuhkan daftar harga atap baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 35-36

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Baqarah, Ayat 35-36

Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu Surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zhalim. (QS. 2: 35) Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari Surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian lainnya, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (QS. 2: 36)

Pemuliaan yang Lain bagi Adam

Allah Sub-haanahu wa Ta'aala mengabarkan tentang kemuliaan yang Dia karuniakan kepada Adam 'alayhis salaam, yakni setelah Dia memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepada Adam, lalu mereka pun sujud kecuali iblis, bahwasanya Dia memperkenankan Adam untuk tinggal di Surga di mana saja yang ia sukai, memakan makanan yang ada di dalamnya sepuas-puasnya, makanan yang lezat, banyak lagi baik.

Al-Hafizh Abu Bakar bin Mardawaih meriwayatkan dari Abu Dzarr (ra-dhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, menurutmu apakah Adam itu seorang Nabi?' Maka beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, 'Ya, ia seorang Nabi dan Rasul. Allah berbicara langsung kepadanya.'" Allah berfirman (kepadanya): "Diamilah oleh kamu dan isterimu Surga ini." (150)

Hawwa Diciptakan Sebelum Adam Memasuki Surga

Konteks ayat di atas menunjukkan bahwa Hawwa diciptakan sebelum Adam memasuki Surga. Hal itu secara gamblang dikemukakan oleh Muhammad bin Ishaq, ia berkata, "Setelah mencela iblis, Allah 'Azza wa Jalla memberikan pengarahan kepada Adam sedang Dia telah mengajarkan kepadanya seluruh nama benda. Allah berfirman: 'Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini,' hingga firman-Nya: 'Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.'"

Lebih lanjut, Ibnu Ishaq mengatakan: "Kemudian Adam mengantuk dan tertidur, menurut keterangan yang kami terima dari ahli kitab, yaitu ahli Taurat dan yang lainnya dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma) dan 'ulama lainnya.

Kemudian diambillah sepotong tulang rusuk dari sisi tubuhnya sebelah kiri, dan membalutnya dengan sepotong daging, sementara Adam masih tertidur. Lalu Allah menciptakan isterinya, Hawwa, dari tulang rusuk itu. Selanjutnya Dia menyempurnakannya menjadi seorang wanita agar Adam merasa tenang bersamanya.

Ketika rasa kantuknya telah hilang dan Adam terbangun dari tidurnya, ia menoleh ke samping seraya berkata menurut persangkaan mereka, wallaahu a'lam-: 'Dagingku, darahku dan isteriku.' Maka ia pun merasa tenang bersamanya.

Setelah Allah menjadikan baginya seorang isteri dan menjadikannya tenang bersamanya, maka Allah berbicara langsung kepadanya:

'Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu Surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zhalim.'" (151)

===

(150) Al-'Azhamah (5/1554), [karya Abus Syaikh al-Ashbahani, cet. Darul 'Ashimah, Riyadh, th. 1408 H].

(151) Tafsiir ath-Thabari (1/514)

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

DAFTAR HARGA ATAP BAJA RINGAN
Anda membutuhkan daftar harga atap baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 34 (2)

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Baqarah, Ayat 34 (2)

Kesombongan iblis

Mengenai firman Allah Sub-haanahu wa Ta'aala: "Maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabbur dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir," Qatadah berkata: "Musuh Allah, iblis, merasa iri kepada Adam 'alayhis salaam karena kemuliaan yang diberikan kepadanya. Dia mengatakan: 'Aku diciptakan dari api dan ia diciptakan dari tanah.' Dan dosa yang pertama kali terjadi adalah kesombongan musuh Allah, iblis, yang menolak untuk sujud kepada Adam 'alayhis salaam." (148)

Aku (Ibnu Katsir) katakan: "Dalam sebuah hadits shahih ditegaskan:

'Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, meskipun hanya sebesar biji sawi.' (149)

Di dalam hati iblis terdapat kesombongan, kekufuran dan keingkaran yang menyebabkannya terusir dan terjauh dari rahmat Allah dan hadirat Ilahi."

Ketaatan Ditujukan Kepada Allah dengan Cara Bersujud Kepada Adam

Tentang firman Allah: "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: 'Sujudlah kamu kepada Adam,'" Qatadah mengatakan: "Ketaatan itu untuk Allah, sedangkan sujud ditujukan kepada Adam. Allah memuliakan Adam dengan memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepadanya." (146)

Sebagian orang mengatakan bahwa sujud tersebut adalah penghormatan, penghargaan dan pemuliaan. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:

"Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata: 'Wahai ayahku, inilah tabir mimpiku yang dahulu; sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan.'" (QS. Yusuf: 100)

Hal ini disyari'atkan bagi ummat-ummat terdahulu (sebelum ummat Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam). Namun, cara penghormatan seperti ini telah dihapuskan dalam agama kita.

Mu'adz mengatakan: "Aku pernah datang ke negeri Syam. Setibanya di sana aku saksikan mereka sujud kepada para pendeta dan pemuka agama mereka. Lalu aku katakan: "Wahai Rasulullah, engkau lebih berhak dijadikan tempat bersujud." Maka beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda:

"Tidak, seandainya aku dibolehkan untuk memerintahkan manusia untuk sujud kepada orang lain, niscaya akan aku perintahkan seorang isteri untuk sujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami atas isterinya." (147)

Makna inilah yang dikuatkan oleh ar-Razi.

===

(146) Tafsiir ath-Thabari (1/502).

(147) At-Tirmidzi (no. 1159) dan al-Majma' (Majma'uz Zawaa-id) (4/310). [Shahih: Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (no. 4171), cet. Muassasah ar-Risalah, Beirut, th. 1414 H. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami' (no. 5294)].

(148) Ibnu Abi Hatim (1/123).

(149) Muslim (1/93). [Muslim (no. 91)].

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

DAFTAR HARGA ATAP BAJA RINGAN
Anda membutuhkan daftar harga atap baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kiai Meruqyah jin Berakting: Keyakinan yang Keliru

Kiai Meruqyah jin Berakting

Kesurupan

Keyakinan yang Keliru

Setiap manusia memiliki potensi keyakinan. Di antara mereka ada yang meyakini sesuatu yang ghaib, yaitu sesuatu yang ada namun tidak terlihat. Ada pula yang meyakini sesuatu yang sebenarnya sama sekali tidak ada, seperti meyakini datangnya ruh orang yang sudah mati memasuki jasad orang yang masih hidup. Sering diyakini bahwa kesurupan terjadi akibat kemasukan ruh orang yang sudah meninggal. Keyakinan itulah yang telah banyak manusia. Mereka juga meyakini bahwa ruh orang yang sudah meninggal datang ke dunia untuk menengok keluarga, teman, tetangga bahkan musuhnya. Dia datang untuk menolong yang dicintainya atau membalas dendam terhadap lawannya. Sungguh keyakinan ini menjadi ajaran yang turun-temurun. Hingga saat ini masih banyak manusia yang meyakini adanya ruh gentayangan di dunia. Keyakinan ini sering membuat manusia ketakutan hingga membuat mereka tidak mau beraktivitas. Keyakinan ini juga membuat banyak permusuhan, karena mereka mendapat berita negatif tentang orang lain yang sebenarnya hanya tipu daya setan belaka. Karena memang setan, dengan berbagai cara, terus berupaya untuk menyebarkan fitnah dan permusuhan di kalangan manusia, membuat mereka lupa kepada Allah dan menjauhkan mereka dari ibadah kepada-Nya. Allah berfirman:

"Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum khamr) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)." (QS. Al-Maidah: 91)

Mereka meyakini adanya ruh gentayangan berdasarkan cerita-cerita yang mereka terima melalui dongeng yang didukung oleh film-film yang ditayangkan semua saluran televisi. Bahkan yang tidak percaya pun terkadang suka terpengaruh juga hIngga muncul rasa takut.

Padahal orang-orang yang telah mati tidak berdaya apa-apa. Alam mereka sudah lain dengan alam kita ini. Baik orang yang shalih ataupun orang terkutuk bila sudah berada di alam kubur tidak dapat kembali lagi ke alam dunia. Sekiranya mereka dapat kembali ke dunia maka yang akan mereka lakukan adalah persiapan menghadapi kehidupan akhirat karena mereka sudah meyakini hakikat hidup di dunia beserta tugas dan kewajibannya. Bila seorang yang shalih meninggal dan dapat kembali ke dunia maka dia akan meningkatkan perjuangannya melawan kebatilan untuk meningkatkan derajatnya di akhirat. Bila ruh orang yang terkutuk dapat kembali ke dunia, dia pasti akan mengubah sikap dan menjadi pejuang pemberantas kemaksiatan karena dia telah mengetahui bahayanya kemaksiatan.

Dari Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu), Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Demi Yang Menguasai diriku, sungguh aku ingin berperang di jalan Allah hingga aku mati dibunuh lalu dihidupkan kembali dan dibunuh lagi lalu dihidupkan kembali." (HR. Al-Bukhari) (10)

===

(10) Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya 3/1085/2810, an-Nasa-i dalam Sunannya 6/9/3098, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 11/39/4736, (Ahmad) Ibnu Hanbal dalam Musnadnya 2/245/7339, Malik dalam al-Muwaththa' 2/460/982, al-Humaidi dalam Musnadnya 2/449/1039, an-Nasa-i dalam Sunan al-Kubra 3/7/4306.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.

===

ATAP BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan atap baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sembuh dengan Satu Titik: 10 Langkah Melakukan Bekam (1/2)

Sembuh dengan Satu Titik

Bagian Kedua

Cara Membekam yang Efektif

10 Langkah Melakukan Bekam

Langkah Pertama: Menyiapkan Alat, Pasien dan Juru Bekam

2. Menyiapkan Pasien

Pasien perlu dipersiapkan terlebih dulu, baik persiapan mental maupun fisik. Pasien perlu diberi penjelasan tentang cara membekam, manfaat, hal-hal yang akan dialaminya ketika dibekam dan efek samping yang mungkin timbul setelah dibekam. Pasien juga dijelaskan tentang bekam, efek yang terjadi, proses kesembuhan dan yang lainnya.

a. Pasien disiapkan mental agar tidak gelisah dan takut. Bimbinglah ia dengan menyuruh melantunkan doa dan berwudhu terlebih dahulu. (*)

b. Bagi pasien yang belum pernah dibekam cukup dibekam 1-2 gelas.

c. Disiapkan makanan dan minuman untuk pasien.

d. Menjaga kebersihan tubuh pasien dan kebersihan tempat yang akan dibekam.

e. Bagian tubuh pasien yang akan dibekam, hendaknya ditutup dengan duk steril yang berlubang tengahnya, sehingga bekam cukup dilakukan di daerah yang ditutupi duk steril.

f. Seyogianya bagian tubuh lain yang tidak dibekam ditutupi dengan kain.

g. Sebaiknya wanita membekam wanita dan laki-laki membekam laki-laki. Dan, diusahakan agar tidak membuka bagian tubuh yang tidak perlu. Hal ini dimaksudkan agar bisa lebih menjaga aurat tubuh pasien.

h. Posisi pasien harus nyaman, baik bagi pasien sendiri maupun bagi yang akan membekam. Dengan posisi nyaman tersebut diharapkan pasien bisa menahan rasa sakit selama waktu pembekaman. Sedangkan bagi yang membekam bisa lebih mudah dan optimal dalam mencapai titik-titik yang akan dibekam. Beberapa sikap saat dibekam:

1) Sikap berbaring miring. Sikap ini untuk mencapai bagian samping kaki atau tungkai.

2) Sikap berbaring terlentang. Sikap ini untuk mencapai daerah muka, leher, dada, perut, dan tungkai depan.

3) Sikap berbaring telungkup. Sikap ini untuk mencapai bagian punggung, pinggang, tengkuk, dan tungkai bagian belakang.

4) Sikap duduk di kursi dengan kepala menengadah, sementara kepala bagian belakang bersandar pada sandaran kursi. Ini dipakai untuk membekam pada wajah, kepala, dan leher bagian depan.

5) Sikap duduk di kursi, sambil meletakkan kedua tangannya di meja dan menopang dagu. Ini dipakai untuk membekam kepala dan wajah.

6) Sikap duduk di kursi, dengan kedua lengan ke depan lurus diletakkan di atas meja. Sikap ini untuk bekam di daerah tangan atau lengan.

7) Sikap duduk di kursi, dengan kepala telungkup miring diletakkan di atas meja. Sikap ini untuk mencapai titik di daerah samping kepala dan leher.

8) Sikap duduk di kursi, tubuh menghadap meja. Sikap ini dipakai untuk membekam daerah tengkuk, leher samping, bahu, punggung, dan pinggang.

9) Sikap duduk di kursi, dengan lengan menutup di atas meja. Ini untuk membekam daerah tangan.

i. Hati-hati membekam pada pasien-pasien di bawah ini, karena bisa mengakibatkan pingsan (kolaps). Pasien-pasien yang mudah pingsan, secara umum mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1) Pasien yang takut dan tegang.

2) Pasien yang tubuhnya lelah dan lemah.

3) Pasien yang terlalu lama antri atau menunggu.

4) Pasien dengan penyakit berat.

5) Pasien yang belum makan atau baru saja selesai makan.

6) Pasien yang baru selesai melakukan hubungan suami-isteri.

7) Pasien yang baru saja dibekam banyak atau berat.

===

(*) Catatan untuk buku ini dari Abu Sahla al-Bantani (pemilik blog):
Sebatas pengetahuanku, belum kutemui dalil tentang membaca do'a sebelum berbekam dan dalil berwudhu sebelum berbekam.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Sembuh dengan Satu Titik, Penulis: dr. Wadda' A. Umar, Editor: Effendy Abu Ahmad, Penerbit: Al-Qowam, Solo - Indonesia, Cetakan XIV, Nopember 2012 M/ Muharram 1434 H.

===

ATAP BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan atap baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Shahih Tafsir Ibnu Katsir: Al-Baqarah, Ayat 34

Al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir

Shahih Tafsir Ibnu Katsir

Al-Baqarah, Ayat 34

Pemuliaan Adam ('alayhis salaam) dengan Sujudnya Para Malaikat Kepadanya

Ini merupakan pemuliaan Allah Sub-haanahu wa Ta'aala yang sangat agung bagi Adam ('alayhis salaam) yang juga dianugerahkan kepada anak keturunannya, dimana Allah mengabarkan bahwa Dia memerintahkan para Malaikat untuk bersujud kepada Adam. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan hal itu, di antaranya hadits tentang syafa'at yang telah disebutkan. Dan juga hadits Musa 'alayhis salaam, ia berkata: "Wahai Rabbku, tunjukkanlah kepadaku Adam yang telah mengeluarkan kami dan juga dirinya dari Surga." Maka ketika mereka telah berjumpa, Musa berkata: "Engkau Adam yang Allah telah menciptakannya dengan tangan-Nya, lalu meniupkan ruh kepadanya dan memerintahkan para Malaikat untuk bersujud kepadanya." (144)

Iblis Termasuk Makhluk yang Diperintahkan untuk Bersujud, dan Mereka Bukan dari Jenis Malaikat

Ketika Allah Ta'ala memerintahkan para Malaikat untuk sujud kepada Adam, maka iblis pun termasuk dalam perintah itu. Karena meskipun iblis bukan dari golongan Malaikat, namun iblis menyerupai mereka dan meniru tingkah laku mereka. Oleh karena itu, iblis termasuk dalam perintah yang ditujukan kepada para Malaikat, dan dia tercela atas pelanggaran yang dia lakukan terhadap perintah-Nya.

Tentang masalah ini, insya Allah akan kami uraikan dalam tafsir firman Allah Ta'ala: "Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia berasal dari golongan jin, maka dia mendurhakai perintah Rabbnya." (QS. Al-Kahfi: 50)

Oleh karena itu Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma), ia berkata: "Sebelum iblis melakuakn perbuatan maksiat, dia termasuk dalam golongan Malaikat, namanya adalah 'Azaaziil, dia termasuk penduduk bumi. Dan dia termasuk jenis Malaikat yang paling bersungguh-sungguh dalam beribadah dan paling banyak memiliki ilmu. Hal itulah yang mendorongnya untuk menyombongkan diri, dan ia berasal dari negeri yang disebut Jinn." (145)

===

(144) Abu Dawud (5/28). [Hasan: Abu Dawud (no. 4702). Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Silsilah ash-Shahiihah (no. 1702)].
(145) Tafsiir ath-Thabari (1/502).

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: al-Mishbaahul Muniiru fii Tahdziibi Tafsiiri Ibnu Katsiir, Penyusun: Tim Ahli Tafsir di bawah pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Daarus Salaam lin Nasyr wat Tauzi', Riyadh - Kerajaan Saudi Arabia, Cetakan terbaru yang telah direvisi dan disempurnakan, April 2000 M/ Muharram 1421 H, Judul terjemahan: Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari, Edit Isi: Abu Ahsan Sirojuddin Hasan Bashri Lc, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta - Indonesia, Cetakan Keempat Belas, Jumadal Awwal 1436 H/ Maret 2015 M.

===

ATAP BAJA RINGAN TERBAIK
Anda membutuhkan atap baja ringan terbaik di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
























Ringkasan Shahih Bukhari (110)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

33. Bab: Air yang Digunakan untuk Mencuci Rambut Manusia

33. (104) Atha' berpendapat bahwa tidak mengapa membuat benang dan tali dari rambut. Dalam bab ini disebutkan pula tentang jilatan anjing dan lewatnya anjing di dalam masjid.

34. (105) Az-Zuhri berkata, "Jika seekor anjing menjilat air bejana seseorang yang tidak mempunyai air wudhu selain itu, maka ia boleh berwudhu dengannya."

35. (106) Sufyan berkata, "Ini adalah pemahaman yang serupa, dan Allah Ta'ala berfirman, 'Dan apabila kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah kalian.' Demikian tentang air, yaitu untuk bersuci dengannya, yakni berwudhu dan karena alasan tertentu maka bisa tayamum."

110. Dari Ibnu Sirin, ia berkata, "Aku berkata kepada 'Abidah, 'Kami memiliki rambut Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam yang kami peroleh dari Anas atau keluarga Anas.' Ia berkata, 'Memiliki rambut itu lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya.'"

===

(104) Disebutkan secara bersambung oleh al-Fakihi dalam Akhbar Makkah dengan sanad shahih darinya, yaitu Atha' Ibnu Abi Rabah.

(105) Diriwayatkan al-Walid bin Muslim dalam mushannafnya dan oleh Ibnu 'Abdil Barr dari jalurnya dengan sanad shahih.

(106) Diriwayatkan oleh al-Walid bin Muslim darinya, yaitu ats-Tsauri.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan atap baja ringan murah di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (109)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

32. Bab: Mencari Air Wudhu Bila Tiba Waktu Shalat

44. (102) 'Aisyah (ra-dhiyallaahu 'anhuma) berkata, "Ketika waktu Shubuh tiba, air dicari tapi tidak ada, maka turunlah ketentuan tayammum."

109. Dari Anas bin Malik (ra-dhiyallaahu 'anhu), ia berkata, "Aku melihat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika tiba waktu shalat 'Ashar, sementara orang-orang sedang mencari air tapi tidak menemukannya [lalu berdirilah orang yang tinggal di rumah dekat masjid 4/170] [menuju keluarganya 1/57] [untuk wudhu, tinggal orang-orang yang belum]. Lalu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dibawakan air wudhu, dan beliau memasukkan tangannya ke dalam tempat wudhu itu (dalam riwayat lain: Lalu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dibawakan air dengan tempat air yang terbuat dari batu, lalu beliau memasukkan telapak tangannya, tapi tempat itu tidak dapat menampung telapak tangan beliau, maka beliau pun mengepalkan jari-jarinya lalu memasukkannya ke dalam tempat tersebut). Selanjutnya beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) menyuruh orang-orang untuk berwudhu dari tempat itu. Aku lihat air mengalir dari bawah jari-jari beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam), sehingga mereka pun bisa wudhu semuanya." [Kami tanyakan, "Berapa jumlah kalian pada waktu itu?" Ia menjawab, "Delapan puluh bahkan lebih."] (103)

===

(102) Ini adalah bagian dari haditsnya yang akan disebutkan secara maushul pada kitab ke 7 bab 1.

(103) Aku katakan, "Kisah ini adalah selain kedua kisah yang akan disebutkan pada kitab ke 61 bab 25. Pada salah satu kisah tersebut disebutkan bahwa jumlah kaum tersebut hampir tiga ratus, sementara dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa kisah ini terjadi dalam suatu perjalanan dekat masjid.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (108)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

31. Bab: Mendahulukan yang Kanan Waktu Wudhu dan Mandi

108. Dari 'Aisyah (ra-dhiyallaahu 'anhuma), ia berkata, "Telah menjadi kebiasaan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam (dalam riwayat lain: senang 6/197) mendahulukan yang kanan [semampunya] dalam mengenakan sandal, melangkahkan kaki, bersuci, dan dalam segala hal."

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (107)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

30. Bab: Membasuh Kedua Kaki yang Mengenakan Sandal, dan Tidak Hanya Mengusap Sandalnya Saja. (101)

107. Dari 'Ubaid bin Juraij, bahwasanya ia berkata kepada 'Abdullah bin 'Umar (ra-dhiyallaahu 'anhuma), "Wahai Abu 'Abdirrahman, aku melihat engkau melakukan empat perkara, dimana aku lihat tak seorang pun di antara Shahabatmu yang melakukannya." Ibnu 'Umar berkata, "Apakah itu wahai Ibnu Juraij?" Ibnu Juraij berkata, "Aku lihat engkau tidak menyentuh semua sudut Ka'bah kecuali dua sudut yang menghadap ke Yaman. Aku lihat engkau memakai sandal sibtiyah (sandal kulit yang tidak berbulu), dan aku melihat engkau mencelup pakaian dengan warna kuning sedangkan jika di Makkah, orang-orang telah berihram sejak melihat hilal, dan engkau tidak berihram hingga hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) [Maka 7/48]." 'Abdullah berkata, [kepadanya] "Adapun mengenai sisi-sisi Ka'bah itu, sesungguhnya aku tidak pernah melihat Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) menyentuh kecuali dua sudut yang menghadap ke Yaman. Adapun sandal sibtiyah karena sesungguhnya aku melihat Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) memakai sandal yang tidak berbulu lalu berwudhu dengan memakai sandal itu, maka aku suka memakainya. Mengenai mencelup pakaian dengan warna kuning, karena aku melihat Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) mencelup dengan warna tersebut, maka aku suka untuk mencelup dengan warna itu. Sedangkan mengenai ihram, karena sesungguhnya aku tidak pernah melihat Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) berihram hingga kendaraannya siap berangkat."

===

(101) Aku katakan, "Tampaknya ini tidak ditetapkan dalam pandangan pengarang berdasarkan syaratnya, yaitu tentang mengusap sandal, namun menurutnya itu benar dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dan dari beberapa Shahabat (ra-dhiyallaahu 'anhum). Silakan mengecek komentar kami dalam Risalah 'Ala al-Jaurabain karya al-Qasimi, halaman 47-50, terbitan al-Maktab al-Islami.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (110)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

59. Bab Yang paling dekat di antara para tetangga.

110. Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata, "Janganlah memulai dengan tetangga yang paling jauh sebelum tetangga yang terdekat. Mulailah dengan tetangga yang terdekat sebelum yang terjauh."

Isnadnya dha'if

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (109)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

59. Bab Yang paling dekat di antara para tetangga.

109. Al-Hasan ditanya mengenai tetangga. Dia menjawab, "40 rumah di depannya, 40 rumah di belakangnya, 40 rumah di samping kanannya dan 40 rumah di samping kirinya."

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (108)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

58. Bab Memberi hadiah pada tetangga yang paling dekat.

108. Sama (dengan hadits nomor 107).

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (107)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

58. Bab Memberi hadiah pada tetangga yang paling dekat.

107. 'Aisyah (ra-dhiyallaahu 'anhuma) berkata, "Aku pernah berkata pada Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam), '(Ya Rasulullah), aku mempunyai dua tetangga, kepada yang mana aku akan memberi hadiah?' Beliau (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda:

'Kepada yang paling dekat denganmu.'"

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (106)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

57. Bab Memberi dimulai dari tetangga.

106. 'Aisyah ra-dhiyallaahu 'anhuma berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Jibril selalu berwasiat kepadaku terhadap tetangga sampai aku mengira bahwa dia akan menetapkan warisan baginya.'"

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (105)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

57. Bab Memberi dimulai dari tetangga.

105. 'Abdullah bin 'Amru (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata bahwa suatu kali dia pernah memotong kambing lalu berkata pada pembantunya, "Apakah sudah engkau berikan pada tetangga kita orang yahudi itu? Aku pernah mendengar bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Jibril selalu berwasiat kepadaku terhadap tetangga sampai aku mengira bahwa dia akan menetapkan warisan baginya.'"

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (104)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

57. Bab Memberi dimulai dari tetangga.

104. 'Abdullah bin 'Umar (ra-dhiyallaahu 'anhuma) berkata Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jibril selalu berwasiat kepadaku terhadap tetangga sampai aku mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan baginya (bagi tetangga)."

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (103)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

56. Bab Hak tetangga.

103. Miqdad al-Aswad (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata (*), "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bertanya pada para Shahabatnya (ra-dhiyallaahu 'anhum) mengenai zina. Mereka semua menjawab, 'Haram. Itu diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.' Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Berzinanya seseorang itu dengan sepuluh wanita lebih ringan dosanya baginya daripada dia berzina dengan seorang wanita tetangganya.'

Lalu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bertanya mengenai mencuri. Mereka menjawab, 'Itu haram, diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.' Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

'Mencurinya seseorang itu sepuluh rumah lebih ringan baginya dosanya daripada dia mencuri dari satu rumah tetangganya.'"

===

(*) Catatan untuk buku ini:
Dalam bahasa Arab tertulis Miqdad bin al-Aswad (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata.
Dalam bahasa Indonesia tertulis Miqdad al-Aswad (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (102)

Adabul Mufrad

Kitab Kasih Sayang

55. Bab Wasiat Jibril terhadap tetangga.

102. Syuraih al-Khuza'i (ra-dhiyallaahu 'anhu) (*) berkata bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia berbuat baik pada tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia menghormati tamunya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia berbicara yang baik atau diam."

===

(*) Catatan untuk buku ini:
Dalam bahasa Arab tertulis Abi Syuraih al-Khuza'i (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata.
Dalam bahasa Indonesia tertulis Syuraih al-Khuza'i (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Adabul Mufrad (101)

Adabul Mufrad

Kitab Tetangga

55. Bab Wasiat Jibril terhadap tetangga.

101. 'Aisyah ra-dhiyallaahu 'anhuma (*) berkata bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jibril selalu berwasiat kepadaku terhadap tetangga sampai aku mengira bahwa dia akan memberinya (tetangga) warisan."

===

(*) Catatan untuk buku ini:
Dalam bahasa Arab tertulis Ibnu 'Umar (ra-dhiyallaahu 'anhuma) berkata.
Dalam bahasa Indonesia tertulis 'Aisyah (ra-dhiyallaahu 'anhuma) berkata.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: Adabul Mufrad, Penulis: Imam al-Bukhari rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Penerjemah: Muhammad Khalid Abri, Penerbit: Syiar Semesta, Surabaya - Indonesia, Cetakan I, Mei 2004 M.

===

HARGA RANGKA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan harga rangka baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kiai Meruqyah jin Berakting: Bagaimana setan Masuk Manusia? (3)

Kiai Meruqyah jin Berakting

Kesurupan

Bagaimana setan Masuk Manusia? (3)

Melakukan Dosa Kecil

Bila setan tidak mampu mengajak seorang mukmin ke jalan kemaksiatan dan melakukan dosa besar, maka dia akan berupaya membawanya agar berbuat dosa kecil. Sebab dengan berbuat dosa kecil, orang akan mudah dibawa untuk terus berbuat dosa sehingga akhirnya menjadi besar.

Dari Sahal bin Sa'ad bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jauhilah dosa-dosa kecil. Perumpamaan dosa-dosa kecil adalah seperti satu kaum yang turun di salah satu lembah. Maka yang satu membawa satu potongan dahan dan yang lain pun membawa satu potongan hingga terkumpul tumpukan potongan tersebut yang dapat digunakan untuk masak roti. Dan sesungguhnya dosa kecil bila telah membawa pelakunya maka akan menjerumuskan ke dalam jurang kehancuran." (HR. Ath-Thabrani) (7)

Dari 'Abdullah bin Mas'ud (ra-dhiyallaahu 'anhu), Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Sesungguhnya setan telah putus asa dalam mengajak menyembah berhala di tanah air ini atau negeri ini, tetapi dia senang sekali karena kamu melakukan dosa kecil. Maka jagalah dirimu dari berbuat dosa kecil sebab (dosa kecil) termasuk perbuatan yang akan menghancurkan. Maukah kamu tahu? Perumpamaannya bagaikan satu rombongan berkendaraan turun di padang pasir tidak menemukan kayu bakar, maka mereka berpencar mencari kayu bakar. Maka yang satu membawa sepotong kayu, yang satu membawa tulang dan yang lainnya membawa kotoran, dengan terkumpul semua itu maka mereka dapat membuat yang mereka inginkan. Demikian pula halnya dengan masalah dosa." (HR. Muslim) (8)

Membuat Sibuk Melakukan yang Mubah

Bila orang yang diajak untuk berbuat dosa itu selalu memelihara diri sekalipun dari perbuatan dosa kecil, maka setan akan berupaya menyibukkannya dengan perbuatan yang mubah. Yaitu perbuatan yang tidak termasuk dosa dan tidak pula termasuk amal ibadah yang mendapat pahala.

Namun dengan kesibukan ini dia meninggalkan hal-hal yang berfaedah. Seperti banyak tidur, banyak makan dan minum, dan memperbanyak pakaian serta banyak bangun pada malam hari bukan untuk beramal shalih, tetapi untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Dengan cara ini, bila berhasil, setan akan membuat manusia meninggalkan banyak hal yang bermanfaat bahkan secara bertahap akan meninggalkan kewajiban tanpa disadari.

Dari Ibnu 'Abbas (ra-dhiyallaahu 'anhuma), Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya sehat dan waktu luang adalah dua nikmat yang merugi padanya banyak manusia." (HR. Al-Bukhari) (9)

Membuat Sibuk dengan Melakukan yang Kurang Utama

Bila dengan cara-cara yang tadi tidak juga ada pengaruhnya, maka setan akan berupaya untuk membuat manusia sibuk dengan amal yang utama namun dapat meninggalkan yang lebih utama. Dalam hal ini tentu sulit diketahui bahwa itu termasuk program setan. Bahkan semua orang menganggapnya sebagai langkah taat.

Dari sini dapat diketahui bahwa setan menyuruh orang untuk beramal baik dengan memberi tujuh puluh jalan kebaikan namun dengan sekian kebaikan itu dapat dicapai satu keburukan atau meninggalkan kebaikan lain yang merupakan kewajiban. Hal seperti ini tidak dapat diketahui kecuali dengan bimbingan Ilahi dan cahaya-Nya yang Dia tanamkan ke dalam hati hamba-Nya. Yaitu orang yang senantiasa memperhatikan akhlak Rasul (shallallaahu 'alaihi wa sallam) dan Shahabatnya (ra-dhiyallaahu 'anhum). Jika dengan enam langkah ini orang yang digoda itu masih tetap konsisten dengan ibadahnya, maka setan akan bersekongkol dengan setan lain untuk mengerubuti dia dengan berbagai cara, di antaranya dengan memberi kesibukan mengurus orang-orang yang diprogram agar dia jauh dari perjuangan sehingga dia sibuk terus menghadapi program setan.

===

(7) Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir 6/165/5872, ath-Thayalisi dalam Musnadnya 1/53/40, ath-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir 6/166/5872, ath-Thabrani dalam Mu'jam ash-Shaghir 2/129/904, al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 10/188/20551, Abdurrazzaq dalam Mushanaf 7/103/34528, ath-Thabrani dalam Mu'jam al-Ausath 3/74/2529.

(8) Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya 4/2167/2812, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 13/271/5941, at-Tirmidzi dalam Sunannya 4/331/1937, (Ahmad) bin Hanbal dalam Musnadnya 2/368/8796, al-Hakim dalam Mustadrak 1/172/318, al-Humaidi dalam Musnadnya 1/55/98, ath-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir 2/304/2267, ath-Thabrani dalam Musnad asy-Syamiyyin 2/113/1015, (Ahmad) bin Hanbal dalam Fadhail ash-Shahabah 1/172/170, al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 10/114/20123, Abi Ya'la dalam Musnadnya 4/74/2095, 'Abdurrazzaq dalam Mushanaf 6/133/30077.

(9) Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya 5/2357/6049, at-Tirmidzi dalam Sunannya 4/551/2304, Ibnu Majah dalam Sunannya 2/1396/4170, (Ahmad) Ibnu Hanbal dalam Musnadnya 1/258/2340, al-Hakim dalam Mustadrak 4/341/7845, ath-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir 10/323/10786, al-Qadha'i dalam Musnad asy-Syihab 1/197/295, al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 3/370/6315, 'Abdu bin Humaid dalam Musnadnya 1/229/684, ad-Darimi dalam Sunannya 2/385/2707.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.

===

DAFTAR HARGA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan daftar harga baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kiai Meruqyah jin Berakting: Bagaimana setan masuk manusia? (2)

Kiai Meruqyah jin Berakting

Kesurupan

Bagaimana setan masuk manusia? (2)

Mengajak Kepada Kekufuran dan Kemusyrikan

Mengajak manusia menuju kekufuran dan kemusyrikan serta menggiring mereka agar memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Bila berhasil, manusia yang telah terajak itu akan dijadikan kader untuk menjadi propagandis dan tentara iblis. Bila langkah tercapai, inilah puncak keberhasilan perjuangan setan. Bila cara ini tidak berhasil karena manusia yang digodanya ahli ibadah, setan akan menggunakan cara lain.

Melakukan Bid'ah

Bukan hal yang gampang bagi setan menggoda ahli ibadah kepada kemusyrikan dan memusuhi Allah serta Rasul-Nya. Setan pun tidak akan menguras tenaga untuk melakukan hal yang jauh dari pengharapan. Maka pilihan lain yang dia tempuh adalah menggiring manusia untuk melakukan ibadah yang telah dimasukkan ke dalamnya unsur-unsur bid'ah. Perbuatan bid'ah lebih dia senangi daripada perbuatan fasik atau maksiat. Perbuatan bid'ah membawa nama ibadah, padahal akibatnya justru akan merusak ibadah dari dalam. Bahaya lain dari bid'ah adalah cepat perkembangannya hingga membuat orang lain terbawa. Terutama bila bid'ah ini dilakukan orang yang dipandang sebagai seorang tokoh agama. Namun bila orang yang digiring untuk berbuat bid'ah itu adalah orang mencintai Sunnah dan membenci bid'ah, maka setan akan menggunakan cara lain.

Melakukan Dosa Besar

Bila cara-cara di atas tidak mencapai hasil, setan akan mengajak sang ahli ibadah, terutama orang terpandang, untuk melakukan dosa besar. Setan akan memotivasi dengan bisikan ke dalam hati bahwa tak ada orang lain yang tahu bila sang ahli ibadah ini melakukan dosa tersebut. Bila orang ini tergoda dalam berbuat dosa besar seperti menyakiti orang tua, mengambil barang riba dan perbuatan lain, maka setan akan melihat apakah sudah layak aib ini diperlihatkan kepada khalayak ramai. Bila menurut pertimbangannya sudah layak, diajaknya orang tersebut untuk berbuat dosa besar di depan orang sehingga terbukalah aibnya. Dengan cara ini dia akan dijauhi orang lain, nasihatnya tidak akan didengar lagi. Maka berkuranglah jumlah ulama. Dosa-dosa besar yang mesti dihindari muslimin tercantum dalam hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berikut:

Dari Ubadullah bin Abi Bakr berkata, "Aku mendengar Anas (ra-dhiyallaahu 'anhu) berkata, 'Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Dosa-dosa besar adalah: syirik, menyakiti kedua orang tua, membunuh, dan bersumpah palsu.''" (HR. An-Nasa-i) (5)

Dari Muhammad bin Sahl bin Abi Hutsmah dari ayahnya, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) di atas mimbar, beliau bersabda, 'Jauhilah dosa-dosa besar yang tujuh.' Maka masyarakat terdiam, tak seorang pun berbicara. Maka Rasul (shallallaahu 'alaihi wa sallam) bersabda, 'Apakah kalian tidak mau bertanya tentang yang tujuh itu? Itu adalah:

1) Menyekutukan Allah atau syirik,
2) Membunuh (bukan pada haknya),
3) Melarikan diri dari jihad (pada waktu perang),
4) Makan harta anak yatim,
5) Makan harta riba,
6) Menuduh (zina) kepada orang yang memelihara diri,
7) Kembali atau meninggalkan tempat hijrah. (HR. Ath-Thabrani)

Dalam hadits yang pertama:
8) Menyakiti orang tua,
9) Sumpah palsu.

===

(5) Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam Sunan al-Kubra 2/289/3473, al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad 1/20/15, Muslim dalam Shahihnya 1/91/87, al-Bukhari dalam Shahihnya 2/939/2510, an-Nasa-i dalam Sunannya 7/89/4011, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 12/374/5562, at-Tirmidzi dalam Sunannya 3/514/1207, Abu Dawud dalam Sunannya 3/116/2875.

===

Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.

===

DAFTAR HARGA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan rangka atap baja ringan di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (106)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

29. Bab: Membasuh Tumit

32. (99) Ibnu Sirin biasa membasuh tempat cincin saat wudhu.

106. Muhammad bin Ziyad berkata: Aku mendengar Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu) -ketika itu ia bersama kami melewati orang-orang yang sedang wudhu di tempat bersuci- berkata, "Sempurnakanlah wudhu (100) kalian, karena sesungguhnya Abu Qasim shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, 'Celakalah tumit-tumit yang akan dibakar api Neraka.'"

===

(99) Disebutkan secara bersambung oleh pengarang dalam at-Tarikh dengan sanad shahih darinya, juga oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad lain darinya yang seperti itu juga shahih.

(100) Bagian ini mauquf dari Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu), tapi marfu' dari hadits Ibnu 'Umar (ra-dhiyallaahu 'anhuma). Diriwayatkan oleh Imam Muslim 1/147-148 dan Ahmad 2/164, 193, 201.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan rangka atap baja ringan murah di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari: Bab Berkumur-kumur Dalam Wudhu'

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

28. Bab: Berkumur-kumur Dalam Wudhu'

42-43. (98) Demikian yang dikatakan Ibnu 'Abbas dan 'Abdullah bin Zaid (ra-dhiyallaahu 'anhum) dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

(Haditsnya adalah hadits 'Utsman (ra-dhiyallaahu 'anhu), yang telah disebutkan nomor 105).

===

(98) Telah disebutkan takhrijnya.

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan rangka atap baja ringan murah di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari: Bab Membasuh Kedua Kaki

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

27. Bab: Membasuh Kedua Kaki (97)

(Haditsnya adalah hadits Ibnu 'Umar (ra-dhiyallaahu 'anhuma), yang telah disebutkan pada kitab ke 3 bab 3 nomor 43).

===

(97) Abu Dzar (ra-dhiyallaahu 'anhu) menambahkan, "Dan bukan sekedar mengusap kedua kaki."

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

ATAP BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan rangka atap baja ringan murah di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari (105)

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

26. Bab: Bersuci dengan Batu dalam Jumlah Ganjil

105. Dari Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu), bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian berwudhu', maka hendaklah ia memasukkan air ke dalam hidungnya lalu mengeluarkannya kembali. Barangsiapa bersuci dengan batu, maka hendaklah dalam jumlah yang ganjil. Apabila seorang di antara kalian bangun tidur, maka hendaklah mencuci tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air wudhu', karena seseorang itu tidak mengetahui dimana tangannya berada semalam."

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan baja ringan murah di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ringkasan Shahih Bukhari: Bab Menghirup Air ke Dalam Hidung dan Mengeluarkannya Kembali Dalam Wudhu

Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari

Ringkasan Shahih Bukhari

Kitaabul wudhu'

4. Kitab Wudhu'

25. Bab: Menghirup Air ke Dalam Hidung dan Mengeluarkannya Kembali Dalam Wudhu

39-41. (96) Demikian yang disebutkan oleh 'Utsman, 'Abdullah bin Zaid dan Ibnu 'Abbas, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

(Dalam bab ini ada hadits dari Abu Hurairah (ra-dhiyallaahu 'anhu) dari jalur periwayatan lainnya secara ringkas).

===

(96) Aku katakan: Adapun yang diriwayatkan dari 'Utsman, telah disebutkan secara bersambung pada bab sebelumnya, sedangkan hadits 'Abdullah bin Zaid akan disebutkan pada bab 40, sementara hadits Ibnu 'Abbas telah disebutkan secara maushul pada bab 7 dengan lafazh (وَاسْتَنْشَقَ) tanpa menyebutkan menghirup dengan hidung. Riwayat ini disebutkan dari jalur lain dari Ibnu 'Abbas secara marfu' dengan lafazh (اسْتَنْشِرُوْا مَرَّتَيْنِ بَالِغَتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا), diriwayatkan oleh pengarang dalam "at-Tarikh", juga oleh ath-Thayalusi, Ahmad, dan lain-lain, dikeluarkan juga dalam "Shahih Abi Dawud" (129).

===

Maraji'/ sumber:
Kitab: Mukhtashar Shahih al-Imam al-Bukhari, Penulis: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun, Judul Terjemahan: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1, Penerjemah: Asep Saefullah FM, M.A., Drs. Kamaluddin Sa'adiyatulharamain, Editor: Abu Rania, Abu Fahmi Huaidi, Fajar Inayati, Penerbit: Pustaka Azzam, Jakarta - Indonesia, Cetakan keenam, Nopember 2013 M.

===

BAJA RINGAN MURAH
Anda membutuhkan baja ringan murah di Tangerang? Kami siap membantu Anda. Layanan GRATIS konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah