Misteri Kematian: Sebab-sebab Adzab Kubur

Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah

Misteri Kematian

Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat

Alam Kubur

Sebab-sebab Adzab Kubur

Dalam kitab ar-Ruh pada masalah kesembilan, Imam Ibnu Qayyim rahimahullaah menjelaskan tentang pertanyaan apa saja sebab-sebab yang menyebabkan penghuni kubur mendapat siksa?

Ada dua jawaban secara garis besar dan jawaban secara terperinci.

Jawaban secara garis besarnya, mereka disiksa karena ketidaktahuan mereka tentang Allah, mengabaikan peirntah-Nya, menerjang larangan-larangan-Nya. Allah tidak menyiksa ruh yang mengenal dan mencintai-Nya, menunaikan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Siksa kubur dan siksa akhirat merupakan efek dari murka dan kemarahan Allah terhadap hamba. Siapapun yang membuat Allah marah dan murka di dunia dan ini lalu tidak bertaubat sehingga mati dalam kondisi seperti itu, ia akan mendapat siksa di alam barzakh sesuai dengan batas murka dan kemarahan Allah kepada yang bersangkutan, ada yang mendapat banyak siksa dan ada pula yang mendapat sedikit, ada yang percaya dan ada juga yang mendustakan. (143)

Jawaban secara terperinci pertanyaan di atas sebagai berikut:

Imam Ibnu Qayyim rahimahullaah menjelaskan, siksa kubur disebabkan oleh kemaksiatan hati, mata, telinga, mulut, lisan, perut, kemaluan, tangan, kaki dan badan secara keseluruhan, seperti itu juga manusia yang menebar adu domba, fitnah, dusta, menggunjing, bersaksi palsu, menuduh wanita bersuami melakukan perzinaan dan difitnah, menyeru melakukan bid'ah, mengatakan tentang Allah dan Rasul-Nya tanpa landasan ilmu, serampangan dalam berbicara, memakan riba, memakan harta anak yatim, memakan uang haram seperti suap, uang tidak benar dan lainnya.

Memakan harta muslim lainnya secara tidak benar atau harta milik non muslim yang berjanji damai dengan kaum muslimin, meminum minuman memabukkan, berzina, melakukan homo-seksual, mencuri, berkhianat, menipu, pengambil uang riba, pemberi uang riba, pencatat dan kedua saksi transaksi riba, muhallil (orang yang menikahi seorang wanita yang sudah ditalak tiga oleh suaminya dengan tujuan setelah ditalak nantinya ia bisa kembali lagi ke mantan suaminya, -pen), muhallil lahu (mantan suami), melakukan tipuan untuk menggugurkan kewajiban-kewajiban Allah, melanggar larangan-larangan Allah, menyakiti orang muslim, mencari-cari kesalahan muslim, memutuskan perkara tidak berdasar hukum yang diturunkan Allah, menyampaikan fatwa tidak seperti yang disyari'atkan Allah, menolong orang lain berbuat dosa dan permusuhan, bunuh diri yang diharamkan Allah, mengingkari kesucian Allah, mengabaikan hakikat-hakikat nama dan sifat-sifat Allah, mengingkari nama dan sifat-sifat Allah, lebih mengedepankan pandangan, cita rasa dan langkah politis daripada Sunnah Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam), wanita yang meratapi mayit, orang yang mendengar ratapan wanita, peratap Neraka Jahannam maksudnya orang-orang yang melantunkan nyanyian yang diharamkan Alah dan Rasul-Nya, orang-orang yang mendirikan masjid di atas kubur, menyalakan obor dan lampu di atasnya, orang-orang yang curang, meminta agar haknya dipenuhi saat mengambil namun mengurangi hak orang, orang-orang zhalim, sombong, riya', mengejek orang lain baik dengan tatapan mata ataupun tindakan, mereka yang mencela Salafush Shalih, orang-orang yang mendatangi dukun atau peramal, kaki tangan orang-orang zhalim yang rela menjual akhirat dengan kepentingan dunia, orang yang bila diingatkan agar takut kepada Allah tidak merasa takut dan menahan diri untuk berbuat dosa, namun ketika diingatkan agar takut pada seseorang sepertinya ia merasa takut dan berhenti melakukan kesalahan, orang yang menyampaikan perkataan Allah dan Rasul secara serampangan tanpa petunjuk dan tanpa menaruh hormat, namun ketika dengar orang lain yang ia hormati langsung ia turuti tanpa dibantah, tidak peduli benar atau salah, orang yang membaca al-Qur-an namun tidak berpengaruh pada dirinya atau bahkan al-Qur-an terasa berat baginya, namun merasa senang dan menyatu saat mendengar bisikan setan, jampi-jampi perzinaan, di hatinya timbul dorongan-dorongan kesenangan, menginginkan si penyanyi tidak berhenti, orang yang bersumpah atas nama Allah namun berdusta, namun tidak berdusta manakala bersumpah dengan menyebut nama Syaikh, kerabat, atau bersumpah demi kehidupan orang yang ia cinta dan agungkan jika ia diancam dan disiksa, orang yang bangga dengan kemaksiatan, memperbanyak dosa di antara kawan dan kelompoknya, itulah yang disebut mujahir (orang yang menampakkan dosa), orang yang tidak bisa dipercaya memegang harta dan harga diri, lisan kotor yang biasa dijauhi orang lain demi menjaga diri dari keburukan dan kekejiannya, orang yang menunda shalat hingga akhir waktu kemudian shalat dengan cepat laksana patokan ayam, tidak menyebut-nyebut Allah melainkan hanya sedikit saja, tidak menunaikan zakat harta secara suka rela, tidak menunaikan ibadah haji padahal mampu, tidak menunaikan kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggungannya padahal mampu, tidak menjaga diri dari tatapan mata, lisan, langkah kaki ataupun makanan, tidak perduli dengan uang yang didapat entah halal atau haram, tidak menyambung tali kekerabatan, tidak menyayangi orang miskin, janda, anak yatim, ataupun hewan, justru membentak anak yatim, tidak mendorong untuk memberi makan orang miskin, bersikap riya' saat memberi, tidak membagikan barang-barang berguna, sibuk mengurus aib orang lain ketimbang aib diri sendiri, sibuk mengurus dosa orang lain ketimbang dosa diri sendiri.

Orang-orang seperti itu disiksa dalam kubur karena dosa-dosa yang dilakukan berdasarkan sedikit banyaknya, besar kecilnya.

Betapa banyaknya dosa-dosa itu. Kubur sisi luarnya berupa tanah dan sisi dalamnya berupa penyesalan, sisi luarnya berupa tanah dan batu-batu berukir yang dibangun, sementara sisi dalamnya berupa petaka dan musibah, mendidihkan penyesalan seperti tungku mendidihkan air yang ada di dalamnya. Kubur menghalangi seseorang dengan hawa nafsu dan angan-angan.

Demi Allah, nasehat telah aku sampaikan sehingga tidak menyisakan sepatah katapun, aku serukan; wahai kalian semua yang memakmurkan dunia, kalian telah diberi usia panjang hingga kematian hampir menjelang, kalian akan meninggalkan dunia dan segera beralih menuju akhirat, kalian mendirikan bangunan yang dimanfaatkan dan ditinggali orang lain, kalian meninggalkan rumah-rumah yang tidak kalian tempati selain kubur, dunia inilah tempat berlomba, tempat menyimpan amal dan tempat menanam benih, dan kubur adalah tempat untuk memetik pelajaran, salah satu taman Surga atau salah satu liang Neraka. (144)

===

(143) Ar-Ruh, hal. 83.

(144) Ar-Ruh oleh Ibnu Qayyim, hal. 84-85.

===

Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.

===

DAFTAR HARGA BAJA RINGAN
Anda membutuhkan daftar harga baja ringan? Layanan Gratis konsultasi, estimasi biaya, dan survei lokasi.
http://www.bajaringantangerang.com

===

Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah