Misteri Kematian
Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat
Alam Kubur
Bagaimana Orang yang Seluruh Anggota Badannya Lapuk, Dimakan Binatang Buas atau Abunya Diterbangkan Angin Bisa Disiksa?
Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullaah menjelaskan, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Masalah ini adalah masalah ghaib. Allah Maha Kuasa untuk menyatukan unsur-unsur manusia di alam ghaib meski saat di dunia terlihat berserakan di mana-mana, namun di alam ghaib bisa saja Allah menyatukan unsur-unsur tersebut. Perhatikan Malaikat yang turun untuk mencabut nyawa di tempat yang sama seperti yang Allah Sub-haanahu wa Ta'aala sampaikan:
"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu tetapi kamu tidak melihat." (QS. Al-Waqi'ah: 85)
Meski demikian kita tidak melihat.
Malaikat maut berbicara dengan ruh namun kita tidak mendengar. Jibril kadang mendatangi Rasulullah (shallallaahu 'alaihi wa sallam) dan menyampaikan wahyu di tempat yang sama namun para Shahabat (ra-dhiyallaahu 'anhum) tidak melihat dan tidak mendengar. Alam ghaib tidak bisa disamakan seperti dunia nyata, ini merupakan salah satu hikmah Allah. Ruh yang ada di tubuh engkau, engkau tidak tahu seperti apa ia terkait dengan tubuh engkau, seperti apa dibagi-bagikan di tubuh engkau, seperti apa ruh keluar saat engkau tidur, apakah engkau merasakan ruh kembali saat bangun, darimana ruh masuk ke dalam tubuh engkau? Alam ghaib hanya bisa kita terima, tidak mungkin dianalogikan sama sekali.
===
Maraji'/ Sumber:
Kitab: ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah, Penulis: Syaikh Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli, Ta'liq: Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin, tanpa keterangan penerbit, tanpa keterangan cetakan, tanpa keterangan tahun. Judul terjemahan: Seri ke-1 (Serial Trilogi Alam Akhirah) Misteri Kematian, Menguak fenomena kematian dan rentetan peristiwa dahsyat menjelang Kiamat, Penerjemah: Umar Mujtahid Lc, Penerbit: Darul Ilmi Publishing, CV Darul Ilmi, Bogor - Indonesia, Cetakan Kedua, Rabiul Akhir 1434 H/ Februari 2013 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT