Penutup
Al-Qur-an telah mengingatkan kita akan bahaya godaan setan yang telah menyesatkan banyak manusia sejak manusia pertama dan terus berlangsung sampai hari Kiamat. Dalam mengganggu perjalanan hidup manusia, dia menggunakan berbagai cara dan terus menerus menggoda, terutama para aktivis muslim. Cara yang digunakan untuk mengganggu hamba-hamba Allah ada yang terlihat dan banyak sekali yang tidak terlihat. Cara yang terlihat seperti membuat seseorang kesurupan. Cara ini sering dijadikan sebagai pintu masuk untuk melakukan godaan dengan cara-cara yang tidak terlihat. Seperti menanamkan kepada beberapa orang lain yang berada di sekitarnya sikap tafrith yaitu rasa rendah diri dan takut kepada yang sebenarnya tidak perlu ditakuti, bahkan sampai meminta tolong kepada yang lebih lemah dari dirinya. Ini dari satu pihak, dari pihak lain setan juga menanamkan sifat ifrath (kebalikan dari tafrith) ke dalam hati orang yang diminta tolong seperti sombong, bangga diri, kurang menerima teguran, mencari alasan untuk membela diri, menggunakan dalil untuk pembenaran kelakuan yang disenangi dan lain sebagainya.
Semoga Allah memberi kelapangan dada kepada kita semua agar mudah menerima yang haq dari mana pun datangnya dan menolak kebatilan kendatipun datangnya dari seorang yang dikenal sebagai tokoh agama. Semoga Allah memberi kita sifat bashirah, jiwa kritis, analisis dan sintesis. Karena semua ungkapan manusia dapat diterima dan dapat ditolak selain sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Hanya Allah yang berhak menilai keikhlasan amal seorang hamba. Sekiranya pada tulisan ini terdapat nilai positif dan bermanfaat bagi ummat, semoga amal ini menjadi simpanan yang dapat diraih hasilnya di Akhirat kelak. Bila pada tulisan ini terdapat banyak kekeliruan, semoga Allah mengampuni semua dosa hamba yang lemah ini. Aamiiiin.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT