Langkah-langkah Mengobati Kesurupan
Meyakini Bahwa jin adalah Makhluk Ghaib dalam Segalanya
Meyakini adanya jin sebagai makhluk ghaib tidak terbatas kepada jenisnya saja, tetapi juga kepada suara, kelakuan, aktivitas dan cara mereka mengganggu manusia. Orang yang beriman kepada yang ghaib akan selalu berhati-hati dalam berbagai segi. Kehati-hatian tidak terbatas kepada gangguan fisik dan pikiran akan tetapi lebih berhati-hati lagi jangan sampai hati nurani juga terganggu. Sombong adalah sifat iblis. Karena sombong dia dikutuk Allah. Dengan berbagai cara dia akan berupaya mengajak manusia untuk juga berperilaku sombong, di antaranya dengan:
1. Menanamkan keyakinan kepada hati manusia bahwa dirinya mampu mengusir jin. Apalagi bila diperdengarkan tangisan jin yang penuh sesal dan sedih. Padahal boleh jadi jin yang telah dia usir ada di sampingnya dan tangisan yang terdengar adalah permainan. Sebab bila jin benar-benar menangis, mengapa harus menggunakan suara yang terdengar manusia? Sementara pada pergaulan sehari-hari antar sesama mereka, suara mereka tidak terdengar oleh manusia?
2. Menanamkan keyakinan bahwa dengan taqarrub dia telah mampu meruqyah orang yang sedang kesurupan, padahal boleh jadi setan berkata kepada temannya, "Aku telah berhasil menanamkan kesombongan kepada orang ini hingga dia merasa diri sebagai ahli ibadah."
3. Mengobati kesurupan secara masal hingga semua pasien menikmati kesembuhan, padahal boleh jadi para pasien tersebut dimasuki jin karena tersiar berita akan datangnya seorang yang dikenal sebagai ahli ruqyah.
4. Merasa telah menyelamatkan ummat dari budaya jahiliyah dengan cara ruqyah. Padahal boleh jadi setan telah membuat program untuk membuat jahiliyah lain dengan menggunakan nama Islam, di antaranya dengan membatasi manfaat ruqyah hanya untuk pengobatan kesurupan yang dia buat sendiri. Bila ini terlaksana, berarti setan telah berhasil membatas ajaran Islam hanya kepada masalah mistis.
===
Maraji'/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung - Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===
Abu Sahla Ary Ambary Ibnu Ahmad al-Bantani
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT