Khasyah | Macam-macam Ibadah | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Dalil khasyah adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku." 1) (Al-Baqarah [2]: 150)

Syarah:

1) Khasyah adalah perasaan takut yang dilandasi oleh pengetahuan tentang keagungan siapa yang ditakutinya serta kesempurnaan kekuasaannya. Karena Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

"...sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama..." (Fathir [35]: 28)

Yang dimaksud ulama di sini adalah orang-orang yang mengetahui Allah dan mengetahui kesempurnaan kekuasaan-Nya. Khasyah itu lebih khusus dibandingkan dengan khauf. Perbedaan antara keduanya akan jelas dengan permisalan berikut: Jika anda takut kepada seseorang yang anda tidak tahu, apakah ia berkuasa menimpakan sesuatu atas diri anda atau tidak, maka rasa takut ini disebut khauf. Tetapi jika anda takut kepada seseorang yang anda tahu bahwa ia berkuasa untuk menimpakan sesuatu atas diri anda, maka rasa takut anda ini disebut khasyah.

Klasifikasi hukum yang berkaitan dengan khasyah, sama dengan klasifikasi hukum yang berkaitan dengan khauf.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Raghbah, Rahbah, Khusyu' | Macam-macam Ibadah | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Dalil raghbah 1), rahbah 2), dan khusyu' 3) adalah firman Allah, "Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan serta berdoa kepada Kami dengan penuh raghbah dan rahbah, sedangkan mereka selalu tunduk hanya kepada Kami." 4) (Al-Anbiya` [21]: 90)

Syarah:

1) Raghbah adalah keinginan memperoleh sesuatu yang disukai.

2) Rahbah adalah ketakutan yang membuahkan tindakan menghindar dari yang ditakuti. Jadi, rahbah adalah rasa takut yang diiringi dengan tindakan.

3) Khusyu' adalah rasa tunduk dan rendah diri di hadapan keagungan Allah, sehingga dengannya seseorang pasrah kepada ketetapan-Nya yang bersifat kauni (yaitu takdir-Nya, -pent) maupun syar'i (yaitu syariat-Nya, -pent).

4) Dalam ayat ini, Allah 'Azza wa Jalla menjelaskan sifat hamba-hamba pilihan-Nya, di mana mereka senantiasa berdoa kepada-Nya dengan diliputi perasaan ingin, takut, serta khusyu'. Doa di sini meliputi doa ibadah dan doa mas'alah. Mereka berdoa kepada Allah dengan perasaan ingin memperoleh pahala di sisi-Nya serta takut kepada hukuman-Nya dan akibat-akibat dosa mereka. Semua orang yang beriman seyogianya berjalan menuju Allah dengan disertai perasaan antara harapan dan kekhawatiran. Aspek harapan sebaiknya ditonjolkan ketika melaksanakan ketaatan agar lebih giat dan diharapkan diterima. Adapun aspek kekhawatiran sebaiknya ditonjolkan ketika seseorang hendak melakukan maksiat, agar ia menghindar darinya dan selamat dari hukumannya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa aspek harapan hendaklah ditonjolkan saat seseorang dalam kondisi sakit, sedangkan aspek kekhawatiran hendaklah ditonjolkan saat ia dalam keadaan sehat. Sebab jiwa orang yang sakit itu lemah. Bisa jadi ajalnya telah dekat, sehingga diharapkan ia meninggal dunia dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah 'Azza wa Jalla. Adapun ketika dalam keadaan sehat, seseorang seringkali sangat aktif fan berharap hidup lama, yang kadang-kadang mengakibatkan ia sombong dan angkuh, karena itu aspek kekhawatiran hendaklah ditonjolkan pada dirinya, sehingga ia selamat dari hal itu.

Dikatakan pula bahwa hendaklah harapan seseorang itu senantiasa berpadu dengan kekhawatirannya, agar harapannya tidak mengakibatkan ia merasa aman dari makar Allah dan kekhawatirannya tidak mengakibatkannya berputus asa dari rahmat Allah. Kedua hal itu sama-sama jelek dan mengakibatkan kebinasaan.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tawakal | Macam-macam Ibadah | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Dalil tawakal adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Dan hanya kepada Allah saja hendaklah kalian bertawakal, jika kalian benar-benar beriman." (Al-Ma`idah [5]: 23). Allah juga berfirman, "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya." (Ath-Thalaq [65]: 3) 1)

Syarah:

1) Bertawakal artinya menggantungkan diri kepada sesuatu. Bertawakal kepada Allah artinya menggantungkan diri kepada Allah sebagai pemberi kecukupan dalam mendatangkan manfaat dan mencegah mudarat. Tawakal kepada Allah merupakan kesempurnaan dan tanda iman, karena Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

"...dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (Al-Ma`idah [5]: 23)

Jika seorang hamba benar-benar bertawakal kepada Allah, maka Allah 'Azza wa Jalla akan mencukupi keperluannya, karena Allaha 'Azza wa Jalla berfirman:

"...dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya..." (Ath-Thalaq [65]: 3)

Jadi, tidak ada sesuatu yang dikehendaki-Nya, yang tidak terlaksana.

Ketahuilah bahwa tawakal itu ada beberapa macam:

1. Tawakal kepada Allah 'Azza wa Jalla. Ini merupakan kesempurnaan iman dan salah satu ciri kebenarannya. Hukumnya wajib, dan iman tidak sempurna kecuali dengannya. Dalilnya telah dikemukakan.

2. Tawakal terselubung, yaitu seseorang menggantungkan diri kepada mayit dalam mendatangkan dan manfaat dan menangkal mudarat. Ini merupakan syirik akbar; karena ia tidak mungkin terjadi kecuali pada orang yang berkeyakinan bahwa mayit tersebut mempunyai kekuasaan tersembunyi untuk mengatur alam. Tidak ada bedanya, apakah mayit tersebut seorang Nabi, wali, atau thaghut musuh Allah 'Azza wa Jalla.

3. Tawakal dalam artian menggantungkan kepada orang lain dalam hal yang bisa dilakukan oleh orang itu, diiringi dengan perasaan akan tingginya kedudukan orang itu dan rendahnya kedudukan orang yang bertawakal. Misalnya, seseorang bergantung kepada orang lain dalam memperoleh penghidupan, dan sebagainya. Ini merupakan syirik ashghar, karena kuatnya ketergantungan hati kepadanya. Adapun jika seseorang bergantung kepadanya, dengan anggapan bahwa ia merupakan sebuah sebab, sedangkan Allah 'Azza wa Jalla adalah satu-satu-Nya yang berkuasa untuk mewujudkannya, maka ia tidak berdosa jika memang yang ditawakali benar-benar berpengaruh dalam mewujudkannya.

4. Menggantungkan diri kepada orang lain dalam urusan yang sebenarnya menjadi wewenang orang yang bertawakal. Dengan kata lain, ia mewakilkan kepada orang lain, perkara yang memang boleh diwakilkan. Tindakan ini tidak berdosa, berdasarkan dalil dari Al-Kitab, As-Sunnah, dan ijmak. Ya'qub pernah mengatakan kepada anak-anaknya:

"Wahai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya." (Yusuf [12]: 87)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah mewakilkan urusan pengambilan sedekah kepada para amil dan pegawai, memberi kuasa kepada orang lain untuk membuktikan dan melaksanakan hukuman had. Beliau juga menyerahi Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pengelolaan binatang kurban dalam Haji Wada' untuk menyedekahkan kulit dan pelana binatang itu dan menyembelih sisa seratus binatang, yang mana enam puluh tiga di antaranya telah disembelih oleh beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam sendiri. Adapun ijmak mengenai dibolehkannya hal itu merupakan hal yang sudah dimaklumi.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Raja' | Macam-macam Ibadah | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Dalil raja' adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Maka barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya. 1)" (Al-Kahf [18]: 110)

Syarah:

1) Raja' adalah harapan manusia kepada suatu perkara yang mudah diperoleh, atau perkara yang sukar diperoleh tetapi dianggap mudah.

Raja' yang mengandung makna kerendahan dan ketundukan hanya boleh ditujukan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Mengarahkannya kepada selain Allah adalah syirik kecil atau syirik besar, tergantung apa yang terdapat di hati orang yang berharap tersebut. Penulis beralasan dengan firman Allah 'Azza wa Jalla:

"...barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya." (Al-Kahf [18]: 110)

Ketahuilah bahwa raja' yang terpuji hanyalah dimiliki oleh orang yang menaati Allah seraya mengharap pahala ketaatan itu, atau orang yang bertaubat dari maksiat seraya mengharap diterimanya taubat itu. Adapun harapan yang tidak disertai dengan perbuatan itu, maka tidak lebih sekedar kecongkakan dan angan-angan yang tercela.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Khauf | Macam-macam Ibadah | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Dalil khauf adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar beriman." 1) (Ali 'Imran [3]: 175)

Syarah:

1) Khauf artinya takut, yaitu reaksi emosional yang muncul disebabkan oleh dugaan seseorang tentang adanya kebinasaan, bahaya, atau gangguan yang akan menimpa dirinya. Allah telah melarang perasaan takut kepada wali-wali setan dan memerintahkan untuk takut kepada-Nya saja.

Khauf ada tiga macam:

1. Khauf Thabi'i, yaitu perasaan takut yang bersifat naluriah. Misalnya perasaan takut seseorang kepada binatang buas, api, dan tenggelam. Seorang hamba yang memiliki rasa takut ini tidak tercela. Allah 'Azza wa Jalla berfirman kepada Musa:

"Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya)..." (Al-Qashash [28]: 18)

Tetapi jika perasaan takut ini, sebagaimana yang disinggung oleh Syaikh rahimahullah, menyebabkan ditinggalkannya kewajiban atau dilakukannya perbuatan haram, maka diharamkan; karena apa saja yang menyebabkan ditinggalkannya kewajiban atau dilaksanakannya perbuatan haram, maka diharamkan. Dalilnya firman Allah:

"...Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (Ali 'Imran [3]: 175)

Perasaan takut kepada Allah ada yang terpuji dan ada yang tidak terpuji.

Perasaan takut kepada Allah yang terpuji adalah jika akhirnya bisa menghalangi diri anda dari kemaksiatan kepada Allah, yang mendorong untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dan mencegah dari hal-hal yang diharamkan. Jika tujuan ini terwujud, hati akan tenang dan tenteram serta diliputi oleh perasaan gembira oleh nikmat-nikmat Allah dan harapan kepada pahala-pahala-Nya.

Perasaan takut kepada Allah yang tidak terpuji adalah yang menjadikan seorang hamba berputus asa dari rahmat Allah sehingga ia banyak menyesali diri, patah semangat, dan barangkali ia justru semakin jauh terjerumus dalam kemaksiatan disebabkan kuatnya rasa putus asa.

2. Khauf 'Ibadah, misalnya seseorang takut kepada orang lain, dalam rangka beribadah kepadanya. Perasaan takut ini hanya boleh diarahkan kepada Allah. Mengarahkannya kepada selain Allah merupakan syirik akbar.

3. Khauf Sirr, perasaan takut tersembunyi. Misalnya takutnya seseorang kepada penghuni kubur atau kepada seorang wali yang berjauhan tempat dengannya, yang tidak memberikan pengaruh apa pun kepadanya, tetapi ia memiliki perasaan takut yang tersembunyi kepadanya. Ini juga disebut oleh para ulama sebagai salah satu bentuk syirik.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Doa | Macam-macam Ibadah | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Dalam hadits disebutkan, "Doa adalah intisari ibadah." Dalil yang menguatkannya adalah firman Allah, "Dan Rabb kalian berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang enggan beribadah kepada-Ku pasti akan masuk Jahannam dalam keadaan hina dina.' 1)." (Al-Mu'min [40]: 60)

Syarah:

1) Ini awal dari dalil-dalil yang disebutkan oleh penulis rahimahullah, yang telah diisyaratkannya dalam perkataannya, "Macam-macam ibadah yang diperintahkan oleh Allah contohnya Islam, iman, dan ihsan. Contoh lain adalah doa... dan seterusnya. Beliau rahimahullah mengawali dengan menyebutkan dalil-dalil tentang doa. Insya Allah, nanti juga dikemukakan dalil-dalil mengenai Islam, iman, dan ihsan secara terperinci. Penulis rahimahullah berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda, "Doa adalah intisari ibadah." (14)

Juga firman Allah 'Azza wa Jalla:

"Rabbmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.' Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Al-Mu'min [40]: 60)

Ayat ini menunjukkan bahwa doa merupakan ibadah. Jika tidak, tentu tidak benar untuk dikatakan, "Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." Maka barangsiapa memohon kepada selain Allah sesuatu yang hanya mampu diberikan oleh Allah, berarti orang tersebut musyrik dan kafir, baik yang dimohonnya itu masih hidup atau mati. Namun barangsiapa meminta kepada orang yang masih hidup, sesuatu yang bisa diberikannya, misalnya mengatakan, "Wahai Fulan, berilah aku makan; wahai Fulan, berilah aku minum!", maka ia tidak berdosa. Jika ia memohon kepada orang yang telah mati atau orang yang berada di kejauhan, dengan memohon seperti ini, maka ia musyrik, karena mayit atau orang yang berada di kejauhan tidak mungkin memberikan hal semacam itu. Permohonannya itu menunjukkan bahwa ia memiliki keyakinan bahwa yang dimohonnya memiliki kekuatan untuk mengelola alam semesta sekehendaknya, karena itu ia musyrik. Ketahuilah bahwa doa itu ada dua macam, yaitu doa mas'alah dan doa ibadah.

Doa mas'alah adalah: doa untuk meminta kebutuhan. Ia termasuk ibadah, bila dilakukan oleh seorang hamba kepada Rabbnya, karena ia mengandung makna butuh dan bersandarnya seorang hamba kepada Allah 'Azza wa Jalla serta keyakinan bahwa Dia menyandang sifat Maha Kuasa, Pemurah, serta memiliki karunia dan kasih sayang yang luas. Jika permintaan itu dilakukan kepada sesam makhluk, maka diperbolehkan dengan syarat yang dituju adalah orang yang mampu memahami dan memenuhi permintaan tersebut, sebagaimana telah disinggung di muka mengenai ucapan seseorang, "Wahai Fulan, berilah aku makan!"

Adapun doa ibadah adalah: seseornag menggunakan doa tersebut untuk beribadah kepada yang dimohonnya, dalam rangka memohon pahalanya dan karena takut terhadap hukumannya. Doa ibadah ini tidak boleh diarahkan kepada selain Allah. Mengarahkannya kepada selain Allah merupakan syirik akbar yang bisa mengeluarkan pelakunya dari millah. Orang yang melakukan terkena ancaman Allah 'Azza wa Jalla dalam firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, akan masuk Neraka Jahannam dalam keadana hina dina." (Al-Mu'min [40]: 60)

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Catatan Kaki:

14. HR. At-Tirmidzi, Kitabud Da'awat, bab "Fadhlud Du'a". Ia berkata, "Hadits gharib dari sisi ini."

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Macam-macam Ibadah (2) | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Macam-macam ibadah yang diperintahkan oleh Allah 1), contohnya Islam, Iman, dan Ihsan. Contoh lain adalah doa, khauf, raja', tawakal, raghbah, rahbah, khusyuk, khasyah, inabah, isti'anah, isti'adzah, penyembelihan, nadzar, dan lain-lain, yang semuanya diperintahkan oleh Allah agar hanya ditujukan kepada Allah semata 2). Dalilnya adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan Allah, karena itu janganlah kalian beribadah kepada seorang di samping beribadah kepada Allah." (Al-Jinn [72]: 18). Maka, barangsiapa mengarahkan salah satu ibadah kepada selain Allah, ia adalah musyrik dan kafir. Dalilnya adalah firman Allah, "Dan barangsiapa beribadah kepada tuhan lain di samping kepada Allah, padahal tidak ada satu alasan pun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada Rabbnya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu." 3) (Al-Mu'min [40]: 117)

Syarah:

2) Seluruh jenis ibadah baik yang telah disebutkan oleh penulis maupun yang lain, merupakan hak Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, karena itu tidak boleh diarahkan kepada selain Allah 'Azza wa Jalla.

3) Penulis rahimahullah menyebutkan secara garis besar jenis-jenis ibadah, di samping menyebutkan bahwa barangsiapa mengalihkan sebagian darinya kepada selain Allah, maka ia musyrik dan kafir. Penulis beralasan dengan firman Allah 'Azza wa Jalla:

"Sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah, maka janganlah kamu semua menyembah seorang pun di dalamnya di samping Allah." (Al-Jinn [72]: 18)

Dan firman Allah 'Azza wa Jalla:

"Barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada satu dalil baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya, orang-orang kafir itu tiada beruntung." (Al-Mukminun [23]: 117)

Sisi yang dijadikan alasan dari ayat pertama adalah bahwa Allah 'Azza wa Jalla telah memberi tahu bahwa masjid-masjid yaitu tempat-tempat bersujud atau anggota badan yang digunakan untuk bersujud, adalah milik Allah. Pemberitahuan itu dilanjutkan dengan firman-Nya, "Maka janganlah kamu semua menyembah seseorang pun di samping Allah." Maksudnya, janganlah kamu semua beribadah kepada selain-Nya di samping beribadah kepada-Nya, misalnya kamu bersujud kepada selain-Nya.

Sedangkan sisi yang bisa dijadikan alasan pada ayat kedua adalah bahwa Allah telah menjelaskan bahwa barangsiapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, maka ia kafir. Sebab Allah berfirman, "Sesungguhnya, orang-orang kafir itu tiada beruntung."

Adapun pada firman-Nya, "Padahal tidak ada satu alasan pun baginya tentang itu," adalah sifat yang menjelaskan hakikat suatu perkara, bukan sifat yang memberikan pembatasan yang mengecualikan bagi yang ada alasannya, karena tidak mungkin ada dalil yang menunjukkan bahwa ada tuhan lain selain Allah.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Macam-macam Ibadah | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Macam-macam ibadah yang diperintahkan oleh Allah 1), contohnya Islam, Iman, dan Ihsan. Contoh lain adalah doa, khauf, raja', tawakal, raghbah, rahbah, khusyuk, khasyah, inabah, isti'anah, isti'adzah, penyembelihan, nadzar, dan lain-lain, yang semuanya diperintahkan oleh Allah agar hanya ditujukan kepada Allah semata 2). Dalilnya adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan Allah, karena itu janganlah kalian beribadah kepada seorang di samping beribadah kepada Allah." (Al-Jinn [72]: 18). Maka, barangsiapa mengarahkan salah satu ibadah kepada selain Allah, ia adalah musyrik dan kafir. Dalilnya adalah firman Allah, "Dan barangsiapa beribadah kepada tuhan lain di samping kepada Allah, padahal tidak ada satu alasan pun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada Rabbnya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu." 3) (Al-Mu'min [40]: 117)

Syarah:

1) Karena penulis rahimahullah telah menjelaskan bahwa kita berkewajiban untuk beribadah kepada Allah saja, tanpa sekutu bagi-Nya, maka pada pembahasan berikutnya penulis menjelaskan macam-macam ibadah. Penulis mengatakan, "Macam-macam ibadah contohnya Islam, Iman, dan Ihsan."

Ketiga hal tersebut adalah agama. Sebagaimana terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Umar bin Al-Khathab yang berkata, "Ketika kami duduk di hadapan Rasulullah (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) pada suatu hari, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Padanya tidak terlihat bekas perjalanan jauh, tetapi tak seorang pun di antara kami mengenalnya. Ia duduk di hadapan Nabi (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) sambil menempelkan lututnya pada lutut beliau dan meletakkan telapak tangannya di atas paha beliau. Orang itu berkata, 'Wahai Muhammad, beritahulah aku tentang Islam!' Maka Rasulullah (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) bersabda, 'Islam adalah hendaklah kamu bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah; kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika kamu memiliki kesanggupan untuk mengadakan perjalanan ke sana.' Orang itu berkata, 'Kamu benar.' Kami heran pada orang itu; ia bertanya kepada beliau, tetapi juga membenarkannya. Orang itu berkata lagi, 'Beritahulah aku tentang iman.' Nabi (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) bersabda, 'Hendaklah kamu beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.' Orang itu berkata, 'Kamu benar.' Orang itu berkata, 'Beritahukan aku tentang ihsan!' Beliau menjawab, 'Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, jika kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu!' Orang itu berkata, 'Beritahulah aku tentang Kiamat!' Beliau menjawab, 'Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.' Orang itu berkata, 'Beritahulah aku tentang tanda-tandanya!' Nabi (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) menjawab, 'Seorang budak wanita melahirkan nyonyanya dan kamu melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin, dan menggembala kambing berlomba-lomba membangun bangunan yang tinggi.' Kemudian, orang itu pergi. Kami diam sejenak. Kemudian Nabi (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) bertanya, 'Wahai Umar, tahukah kamu, siapa yang bertanya?' Saya menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya, dia adalah Jibril yang datang kepadamu sekalian untuk mengajarimu tentang agamamu.'" (13)

Di sini Nabi (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) menyebut hal-hal tersebut yang mencakup seluruh agama secara global.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Catatan Kaki:

13. HR. Muslim, Kitabul Iman, bab "Bayanu Arkanil Iman wal Islam". Lihat syarah hadits ini dalam Majmu'ul Fatawa war Rasail, tulisan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, Jilid III, hal. 145.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Rabb adalah yang Berhak Diibadahi (2) | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Rabb adalah yang berhak diibadahi 1). Dalilnya adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Wahai manusia 2), sembahlah Rabbmu Yang telah menciptakanmu 3) dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa 4). Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan 5) bagimu dan langit sebagai atap 6), dan Dia menurunkan air 7) (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu 8); karena itu jangan mengadakan tandingan 9) bagi Allah, padahal kamu mengetahui 10)." (Al-Baqarah [2]: 22). Ibnu Katsir rahimahullah 11) berkata, "Hanya Pencipta makhluk-makhluk itulah yang berhak diibadahi."

Syarah:

4) Maksudnya adalah agar kamu bisa meraih ketakwaan. Takwa adalah melindungi diri dari adzab Allah 'Azza wa Jalla dengan cara mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

5) Maksudnya sebagai hamparan, tempat kita bisa bersenang-senang tanpa kesulitan dan kepayahan, ibarat orang yang tidur di atas hamparan kasurnya.

6) Maksudnya adalah langit itu berada di atas kita, karena atap itu terletak di sebelah atas. Langit adalah atap bagi penduduk bumi dan ia merupakan atap yang terpelihara. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla:

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara..." (Al-Anbiya' [21]: 32)

7) Maksudnya adalah Dia telah menurunkan dari ketinggian, yaitu dari awan, air yang mensucikan. Ini sebagaimana firman Allah:

"Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya bisa kamu jadikan minuman dan sebagiannya menyuburkan tumbuhan-tumbuhan yang pada tempat tumbuhnya kamu mengembalakan ternakmu." (An-Nahl [16]: 10)

8) Maksudnya adalah sebagai pemberian bagimu. Sedangkan dalam ayat lain Allah berfirman:

"(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu." (An-Nazi`at [79]: 33)

9) Maksudnya adalah Rabbmu yang telah menciptakanmu, menciptakan orang-orang sebelummu, menciptakan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, serta menurunkan hujan dari langit, lalu dengan hujan itu Dia menumbuhkan buah-buahan sebagai rezeki bagimu, janganlah kamu menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya, di mana kamu beribadah kepadanya sebagaimana beribadah kepada Allah atau mencintainya sebagaimana kecintaanmu kepada Allah. Itu tidak patut bagimu, baik menurut pertimbangan akal maupun syar'i.

10) Maksudnya adalah kamu mengetahui bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa hanya di tangan-Nya ada penciptaan, pemberian rezeki, dan pemeliharaan. Karena itu, janganlah membuat sekutu bagi-Nya dalam ibadah.

11) Dia adalah Imadudin Abul Fida' Ismail bin Umar Al-Qurasyi Ad-Dimasyqi, seorang hafizh masyhur, penulis tafsir dan tarikh, salah satu murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Wafat pada tahun 774 H.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Rabb adalah yang Berhak Diibadahi | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Rabb adalah yang berhak diibadahi 1). Dalilnya adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Wahai manusia 2), sembahlah Rabbmu Yang telah menciptakanmu 3) dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa 4). Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan 5) bagimu dan langit sebagai atap 6), dan Dia menurunkan air 7) (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu 8); karena itu jangan mengadakan tandingan 9) bagi Allah, padahal kamu mengetahui 10)." (Al-Baqarah [2]: 22). Ibnu Katsir rahimahullah 11) berkata, "Hanya Pencipta makhluk-makhluk itulah yang berhak diibadahi."

Syarah:

1) Penulis rahimahullah mengisyaratkan kepada firman Allah:

"Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingat, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam." (Al-A'raf [7]: 54)

Hanya Rabb itulah yang berhak diibadahi atau yang diibadahi dikarenakan Dia berhak. Bukan berarti setiap yang diibadahi itu Rabb. Tuhan-tuhan selain Allah yang diibadahi dan dianggap tuhan oleh penyembahnya, bukan Rabb. Rabb adalah pencipta, pemilik, dan pemelihara segala urusan.

2) Seruan ini ditujukan kepada semua manusia. Allah memerintahkan mereka beribadah kepada-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, maka janganlah mereka menjadikan sekutu sebagai sesembahan selain Allah. Allah menjelaskan bahwa Dia berhak diibadahi karena Dia satu-satunya Pencipta.

3) Firman-Nya, "Yang telah menciptakanmu", adalah sifat yang menjelaskan alasan pernyataan sebelumnya. Artinya, beribadahlah kepada-Nya karena Dialah yang telah menciptakanmu. Karena Dia adalah Rabb Yang Menciptakan, maka kamu semua wajib beribadah kepada-Nya. Karena itu, kami mengatakan, siapa saja yang mengakui rububiyah Allah, maka ia harus beribadah kepada-Nya saja. Jika tidak demikian, berarti ia telah melakukan hal yang bertentangan dengan pengakuannya.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ayat-ayat Allah (2) | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Apabila anda ditanya, dengan apa anda mengenal Rabb anda? Maka jawablah, dengan ayat-ayat dan makhluk-makhluk-Nya 1). Di antara ayat-ayat-Nya adalah malam, siang, matahari dan bulan. Di antara makhluk-makhluk-Nya adalah tujuh langit dan tujuh bumi beserta siapa saja yang berada di dalamnya serta apa saja yang berada di antara keduanya 2). Dalilnya 3) adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Jangan bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya beribadah." (Fushshilat [41]: 37) Dan firman Allah 'Azza wa Jalla 4), "Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam." (Al-A'raf [7]: 254)

Syarah:

Bulan juga merupakan salah satu ayat Allah 'Azza wa Jalla. Pada setiap malam, Allah menempatkannya pada posisi-posisi tertentu.

"Dan Kami telah tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah (posisi-posisi), sehingga (setelah dia sampai ke posisi terakhir) kembali sebagai bentuk tandan yang tua." (Yasin [36]: 39)

Ia muncul kecil, kemudian membesar sedikit demi sedikit hingga bulat sempurna, kemudian kembali berkurang. Ia seperti manusia yang diciptakan dalam keadaan lemah, kemudian berkembang menjadi kuat secara berangsur-angsur, dan akhirnya melemah kembali. Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

3) Maksudnya, dalil yang menunjukkan bahwa malam dan siang, matahari dan bulan merupakan sebagian dari ayat-ayat Allah 'Azza wa Jalla adalah, "Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan..." Maksudnya, di antara tanda-tanda yang nyata dan menjelaskan kekuasaan, kebijaksanaan, dan kasih sayang Allah yang sempurna adalah malam dan siang. Tanda-tanda tersebut terdapat pada wujud keduanya, kedatangan keduanya yang silih berganti, serta apa-apa yang ditempatkan oleh Allah pada keduanya, yaitu kemaslahatan-kemaslahatan manusia dan perubahan keadaan mereka. Demikian pula matahari dan bulan, baik wujudnya, perjalanannya, serta apa-apa yang dihasilkannya berupa kemaslahatan-kemaslahatan bagi manusia dan pencegahan terhadap hal-hal yang membahayakan mereka.

Selanjutnya, Allah 'Azza wa Jalla melarang manusia bersujud kepada matahari dan bulan, meskipun kedua benda tersebut mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap diri mereka. Kedua benda tersebut tidak berhak untuk diibadahi karena keduanya adalah menciptakan keduanya.

4) Maksudnya, di antara dalil-dalil bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi, adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Sesungguhnya Rabb kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi..." Di sini disebutkan beberapa ayat Allah yang bersifat kauniyah, yaitu:

Pertama: Allah telah menciptakan makhluk-makhluk besar ini dalam tempo "enam hari". Andaikata Allah menghendaki niscaya bisa menciptakannya dalam sekejap, tetapi Dia mengkaitkan musabab dengan sebab-sebabnya sesuai dengan tuntutan kebijaksanaan-Nya.


Kedua: Allah bersemayam di atas 'Arsy dengan cara yang khas, yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya. Ini merupakan tanda kekuasaan-Nya yang sempurna.

Ketiga: Allah menutupkan malam kepada siang. Artinya Allah menjadikan malam sebagai penutup bagi siang. Ia seperti kain yang diturunkan menutupi siang.

Keempat: Allah menjadikan matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Allah memerintah mereka sesuai dengan kehendak-Nya untuk kemaslahatan manusia.

Kelima: Keluasan kerajaan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya, di mana hanya Dia yang memiliki hak untuk mencipta dan memerintah.

Keenam: Keumuman rububiyah-Nya untuk seluruh alam.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ayat-ayat Allah | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Apabila anda ditanya, dengan apa anda mengenal Rabb anda? Maka jawablah, dengan ayat-ayat dan makhluk-makhluk-Nya 1). Di antara ayat-ayat-Nya adalah malam, siang, matahari dan bulan. Di antara makhluk-makhluk-Nya adalah tujuh langit dan tujuh bumi beserta siapa saja yang berada di dalamnya serta apa saja yang berada di antara keduanya 2). Dalilnya 3) adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Jangan bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya beribadah." (Fushshilat [41]: 37) Dan firman Allah 'Azza wa Jalla 4), "Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam." (Al-A'raf [7]: 254)

Syarah:

1) Ayat adalah tanda-tanda yang menunjukkan dan menjelaskan sesuatu. Ayat Allah ada dua macam, yaitu ayat kauniyah dan ayat syar'iyah. Ayat kauniyah adalah ayat yang diturunkan Allah kepada para Rasul-Nya. Karena itu, perkataan penulis rahimahullah, "Dengan ayat-ayat dan makhluk-makhluk-Nya," termasuk dalam kategori 'athful khash 'alal'amn 'menggabungkan kata yang khusus kepada yang umum' jika kita menafsirkan kata "ayat-ayat" sebagai ayat kauniyah dan syar'iyah. Atau termasuk dalam kategori 'athful mubayinil mughayir, 'menggabungkan kata kepada kata lain yang berbeda makna', jika kita menafsirkan kata "ayat-ayat" tersebut dengan ayat syar'iyah saja. Bagaimana pun, yang jelas Allah 'Azza wa Jalla bisa dikenal melalui ayat-ayat kauniyah-Nya, yaitu makhluk-Nya yang sangat banyak dengan keajaiban penciptaan dan kesempurnaan hikmah yang terkandung di dalamnya; di samping bisa dikenal melalui ayat-ayat syar'iyah-Nya dengan seluruh kandungannya berupa keadilan, kemaslahatan, dan pencegahan kerusakan.

Pada setiap benda terdapat tanda.
Yang menunjukkan bahwa Dia Esa.

2) Ini semua merupakan ayat-ayat Allah yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan, kebijaksanaan, dan kasih sayang-Nya. Matahari adalah salah satu ayat-ayat Allah karena ia berjalan secara tertib dan indah sejak diciptakan oleh Allah sampai kelak Allah mengizinkan kehancuran alam. Matahari senantiasa berotasi di tempat peredarannya, sebagaimana firman Allah:

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Yasin [36]: 38)

Matahari merupakan salah satu ayat Allah, dilihat dari segi ukuran maupun pengaruhnya. Dilihat dari ukurannya, ia sangat besar. Dilihat dari pengaruhnya, ia memberikan banyak manfaat untuk badan, tumbuhan, sungai, laut, dan sebagainya. Jika kita memperhatikan matahari, kita akan mengetahui kebesaran ayat Allah ini; betapa jauh jarak antara kita dan matahari, tetapi kita bisa mendapatkan panasnya yang menyengat. Kemudian, perhatikan pula cahaya yang dihasilkannya, yang bisa membantu memberikan kekayaan yang banyak kepada manusia. Di siang hari, manusia tidak membutuhkan penerangan apa pun. Dia memberikan kemaslahatan yang besar bagi manusia, membantu memberikan kekayaan kepada mereka. Ini semua termasuk sebagian dari ayat-ayat Allah, di mana hanya sedikit yang kita ketahui.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Makna Rabb | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Ma'rifatur Rabb.
Mengenal Rabb (Allah).

Apabila anda ditanya, siapakah Rabbmu? 1) Maka jawablah: Rabbku adalah Allah yang telah men-tarbiyah 2) diriku dan mentarbiyah seluruh alam dengan nikmat-nikmat-Nya. Hanya kepada-Nya aku beribadah, dan aku tidak beribadah kepada selain-Nya. 3) Dalilnya adalah firman Allah 'Azza wa Jalla, "Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam." 4) (Al-Fatihah [1]: 2). Segala sesuatu selain Allah adalah alam, sedangkan aku adalah salah satu dari alam tersebut. 5)

Syarah:

1) Maksudnya, siapakah Rabbmu yang telah menciptakan, menolong, dan mengaturmu, serta memberimu rezeki?

2) Tarbiyah adalah bimbingan yang bisa memperbaiki orang yang ditarbiyah. Perkataan penulis memberikan kesan bahwa kata Rabb diambil dari tarbiyah, karena ia berkata, "Yang telah mentarbiyahku dan mentarbiyah seluruh alam dengan nikmat-nikmat-Nya." Jadi seluruh alam ini telah ditarbiyah oleh Allah dengan nikmat-nikmat-Nya, telah diatur-Nya supaya siap menjalani tujuan penciptaannya dan ditolong-Nya dengan rezeki-Nya. Allah 'Azza wa Jalla berfirman mengenai percakapan Musa dengan fir'aun:

"Fir'aun berkata, 'Maka siapakah Rabbmu berdua, hai Musa?' Musa menjawab, 'Rabb kami adalah yang telah memberikan kepada setiap sesuatu bentuk kejadiannya kemudian memberinya petunjuk.'" (Thaha [20]: 49-50)

Jadi, semua yang ada di alam ini telah ditarbiyah oleh Allah dengan nikmat-nikmat-Nya.

Nikmat Allah 'Azza wa Jalla banyak sekali, tidak bisa dihitung. Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya..." (An-Nahl [16]: 18)

Allah telah menciptakan, menyiapkan, dan menolongmu, serta memberi rezeki kepadamu. Dialah satu-satunya yang berhak diibadahi.

3) Artinya, Dialah satu-satu-Nya yang kuibadahi dan kupatuhi dengan perasaan tunduk, cinta, dan takzim; kulaksanakan perintah-Nya, kutinggalkan larangan-Nya; maka tidak ada satu pun yang kuibadahi kecuali Allah 'Azza wa Jalla. Allah berfirman:

"Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada ilah melainkan Aku, maka beribadahlah kalian kepada-Ku." (Al-Anbiya' [21]: 25)

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Al-Bayyinah [98]: 5)

4) Penulis rahimahullah menegaskan keberadaan Allah sebagai pentarbiyah seluruh makhluk, berdasarkan firman Allah 'Azza wa Jalla:

"Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam." (Al-Fatihah [1]: 2)

"Segala puji bagi Allah", maksudnya bahwa sifat kesempurnaan, kemuliaan, dan keagungan adalah milik Allah 'Azza wa Jalla saja. "Rabb seluruh alam", maksudnya pemberi tarbiyah bagi mereka dengan berbagai nikmat, pencipta mereka, pemilik mereka, dan pengatur mereka sesuai dengan kehendak-Nya.

5) Alam adalah segala sesuatu selain Allah. Disebut alam, karena mereka merupakan petunjuk mengenai Pencipta, Penguasa, dan Pemelihara mereka. Memang, pada segala sesuatu itu terdapat petunjuk yang menunjukkan bahwa Allah itu Esa.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ushuluts Tsalatsah yang Wajib Diketahui oleh Setiap Manusia (2) | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Apabila anda ditanya, apakah tiga ushul 1) yang harus diketahui oleh manusia? 2) Maka jawablah: Hendaklah seorang hamba mengenal Rabbnya 3), agamanya 4), dan Nabinya yaitu Muhammad saw. 5)

Syarah:

* Memperhatikan ayat-ayat syar'iyah, yaitu wahyu yang dibawa oleh para Rasul 'alaihimus salam.

Memperhatikan ayat-ayat ini juga bisa menyebabkan seorang hamba mengenai Rabbnya. Ia memperhatikan ayat-ayat tersebut beserta kemaslahatan-kemaslahatan yang terkandung di dalamnya, yang merupakan sarana vital bagi sempurnanya kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Jika ia telah memperhatikan dan memikirkan ayat-ayat tersebut beserta ilmu dan hikmah yang dikandungnya, serta telah mengetahui keberadaan ayat-ayat tersebut dan kesesuaiannya dengan kemaslahatan-kemaslahatan manusia, maka ia akan mengenal Rabbnya 'Azza wa Jalla:

"Maka apakah mereka memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, niscaya mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (An-Nisa' [4]: 82)

* Ma'rifah yang dikaruniakan oleh Allah 'Azza wa Jalla di hati orang yang beriman, sehingga seakan-akan ia melihat Rabbnya dengan mata kepalanya. Nabi (Shallallahu 'alaihi wa Sallam) ketika ditanya oleh Jibril, apakah ihsan itu? Beliau menjawab:

"Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (12)

4) Maksudnya, mengenal prinsip kedua yaitu, agamanya, yang setiap hamba dibebani untuk mengamalkannya serta mengenal hikmah, rahmat, kemaslahatan-kemaslahatan bagi umat manusia, dan pencegahan dari berbagai kerusakan yang terkandung dalam agama tersebut. Barangsiapa yang meneliti agama Islam dengan cermat, berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah, niscaya mengetahui bahwa ia adalah agama yang benar dan satu-satunya agama yang bisa menyempurnakan kemaslahatan-kemaslahatan manusia. Namun kita jangan mengukur Islam dengan keadaan kaum Muslimin pada masa sekarang, karena kaum Muslimin telah mengabaikan banyak ajaran Islam dan melanggar larangan-larangan agama yang besar, sehingga orang yang hidup di tengah-tengah mereka di sebagian negeri Islam merasa seakan-akan hidup di sebuah lingkungan yang tidak Islami.

Agama Islam -dengan puji Allah 'Azza wa Jalla- mengandung seluruh maslahat yang dikandung oleh agama-agama terdahulu, dengan satu keistimewaan bahwa agama Islam ini sesuai untuk setiap masa, tempat dan bangsa, artinya berpegang teguh kepada Islam tidak akan menghilangkan kemaslahatan bangsa, di zaman, tempat dan bangsa mana pun. Agama Islam memerintahkan setiap amal shalih dan melarang semua perbuatan jahat, memerintahkan semua akhlak mulia dan melarang semua akhlak tercela.

5) Inilah prinsip ketiga, yaitu mengenal Nabi Muhammad (Shallallahu 'alaihi wa Sallam). Seseorang bisa mengenal Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan cara mempelajari kehidupannya; ibadah, akhlak, dakwah, dan jihad fi sabilillah yang dilaksanakan oleh beliau, serta aspek-aspek kehidupannya yang lain. Karena itu, setiap orang yang ingin menambah pengetahuan dan keimanannya kepada Nabi, seyogianya menelaah sejarah kehidupan beliau sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya; bagaimana beliau dalam keadaan perang dan damai, dalam keadan susah dan senang, dan dalam seluruh keadaan yang dialami oleh beliau. Kita memohon kepada Allah 'Azza wa Jalla agar memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mengikuti Nabi-Nya, secara lahir dan batin; serta agar Allah mewafatkan kita dalam keadaan demikian. Dialah yang berwenang dan berkuasa dalam hal itu.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini

Daftar Buku Perpustakaan Ini

===

Catatan Kaki:

12. HR. Muslim, Kitabul Iman, bab "Bayanu Arkanil Iman wal Islam".

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ushuluts Tsalatsah yang Wajib Diketahui oleh Setiap Manusia | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Apabila anda ditanya, apakah tiga ushul 1) yang harus diketahui oleh manusia? 2) Maka jawablah: Hendaklah seorang hamba mengenal Rabbnya 3), agamanya 4), dan Nabinya yaitu Muhammad saw. 5)

Syarah:

1) "الأصول" (al-ushuul) adalah jamak dari "أصل", artinya sesuatu yang di atasnya dibangun sesuatu yang lain. Contohnya: "أصل الجدار", artinya fondasi dinding; "أصل الشجرة", artinya pokok pohon yang dari situ bercabang dahan-dahan. Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat thayibah, seperti pohon yang baik, pokoknya kokoh dan cabangnya (menjulang) ke langit." (Ibrahim [14]: 24)

Tiga ushul yang diisyaratkan oleh penulis rahimahullah adalah tiga pertanyaan pokok yang akan dipertanyakan kepada manusia saat ia berada di kubur, yaitu "Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Dan siapa Nabimu?"

2) Penulis rahimahullah mengemukakan masalah ini dalam bentuk pertanyaan agar manusia memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Sebab ini merupakan prinsip agung. Beliau mengatakan bahwa ini merupakan tiga prinsip yang harus diketahui oleh manusia, karena ketiganya merupakan pokok-pokok pertanyaan yang akan diajukan kepada seseorang saat ia di kuburnya. Setelah dikuburkan dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya, ia didatangi oleh dua Malaikat. Kedua Malaikat itu mendudukkannya dan bertanya, "Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Siapa Nabimu?" Jika ia mukmin, maka ia akan menjawab, "Rabbku Allah, agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad." Adapun orang yang bimbang dan munafik akan menjawab, "Haha, hah, aku tidak tahu. Aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, maka aku ikut mengatakannya."

3) Ada beberapa sebab yang menjadikan seseorang mengenal Allah (ma'rifatullah):

* Memperhatikan dan memikirkan makhluk-makhluk Allah 'Azza wa Jalla. Itu bisa menjadikan seseorang mengenal-Nya serta mengenal keagungan kekuasaan-Nya, kesempurnaan kekuatan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan rahmat-Nya. Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi, serta segala sesuatu yang diciptakan Allah...?" (Al-A'raf [7]: 185)

Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman:

"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hendak memperingatkanmu tentang suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian memikirkan'." (Saba' [34]: 46)

Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta silih bergantinya siang dan malam terhadap tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." (Ali 'Imran [3]: 190)

"Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang serta apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa." (Yunus [10]: 6)

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia menghidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, serta pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yang memikirkan." (Al-Baqarah [2]: 164)

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini

Daftar Buku Perpustakaan Ini

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Daftar Isi Ringkasan Bidayah wa Nihayah