BACA KELANJUTAN BUKU - BUKU DALAM BLOG INI DI BAITUL KAHFI TANGERANG YANG BARU, KLIK DI SINI !

Wednesday, 26 April 2017

Mengimani Rububiyah Allah | Rukun Pertama: Iman Kepada Allah | Rukun Iman yang Enam | Tingkatan Kedua: Iman | Tingkatan-tingkatan Din | Syarah Tsalatsatul Ushul

Syarh Tsalaatsatil Ushuul.

Syarah Tsalaatsatul Ushuul.
Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam.
Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman.

Syarah Tsalatsatul Ushul.

Kedua.

Ma'rifatud Din.
Mengenal Dinul Islam.

Kedua: Iman kepada Rububiyah-Nya.

Artinya, bahwa Dia adalah satu-satunya Rabb yang tak mempunyai sekutu maupun penolong.

Rabb adalah Dzat yang berwenang mencipta, memiliki dan memerintah. Tiada pencipta selain Allah, tiada yang memiliki kecuali Allah serta tiada yang berhak memerintah kecuali Allah.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

"...ingatlah mencipta dan memerintah hanyalah wewenang Allah..." (Al-A'raf [7]: 54)

"...yang demikian itulah Rabb kalian. Hanya milik-Nyalah segala kerajaan. Sedangkan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah itu tiada memiliki apa-apa walau hanya setipis kulit ari pun." (Fathir [35]: 13)

Tidak ada ceritanya bahwa ada di antara makhluk ini yang mengingkari rububiyah Allah 'Azza wa Jalla, kecuali karena ia sombong, namun sebenarnya ia tidak yakin dengan apa yang diucapkannya ini seperti pernah terjadi pada diri fir'aun ketika berkata kepada kaumnya sebagaimana disebutkan oleh Al-Quran:

"...akulah tuhan kalian yang maha tinggi!" (An-Nazi'at [79]: 24)

"Hai para pembesar kaumku, aku tidak tahu akan adanya tuhan lain bagimu selain aku..." (Al-Qashash [28]: 38)

Namun sebenarnya yang dia katakan itu bukan berasal dari keyakinan.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

"Mereka mengingkarinya lantaran kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal sebenarnya di hati mereka meyakini (kebenaran)nya..." (An-Naml [27]: 14)

Musa ('alaihis salam) pernah berkata kepada fir'aun, sebagaimana yang dikisahkan oleh Allah di dalam Al-Quran,

"... Sebenarnya kamu telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Rabb langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata. Dan sesungguhnya aku ini yakin bahwa kamu, hai fir'aun, seorang yang bakal dibinasakan." (Al-Isra` [17]: 102)

Karena itu, kaum musyrikin itu mengakui rububiyah Allah 'Azza wa Jalla, namun mereka menyekutukan-Nya dalam hal uluhiyah-Nya. Allah 'Azza wa Jalla berfirman,

"Katakanlah, 'Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?' Mereka akan menjawab, 'Kepunyaan Allah.' Katakanlah, 'Maka apakah kamu tidak ingat?' Katakanlah, 'Siapakah Rabb (yang memiliki) langit yang tujuh serta singgasana yang besar?' Mereka akan menjawab, 'Allah yang memilikinya.' Katakanlah, 'Maka apakah kamu tidak bertakwa?' Katakanlah, 'Siapakah yang memegang kekuasaan atas segala sesuatu; Dia melindungi, namun tidak ada yang dapat dilindungi (diselamatkan) dari (adzab)-Nya; jika kamu mengetahui?' Mereka akan menjawab, 'Allah yang memilikinya.' Katakanlah, 'Jika demikian, maka dari jalan manakah kamu tertipu?'" (Al-Mukminun [23]: 84-89)

Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman,

"Sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi?' Niscaya mereka menjawab, 'Semuanya itu diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.'" (Az-Zukhruf [43]: 9)

Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman,

"Sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang telah menciptakan mereka?' Niscaya mereka akan menjawab, 'Allah.' Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?!" (Az-Zukhruf [43]: 87)

"Perintah" Rabb di sini meliputi segala perintah yang bersifat kauni (alam) dan syar'i. Dia adalah pengatur alam semesta ini, yang mengatur segala apa yang ada di dalamnya dengan kehendak-Nya sendiri sejalan dengan hikmah-Nya; maka demikian juga, Dia adalah hakim yang mensyariatkan peribadahan-peribadahan dan hukum-hukum muamalat sejalan dengan hikmah-Nya pula. Siapa saja yang menjadikan pensyariat lain dalam masalah ibadah atau menjadikan hakim lain dalam hal muamalah di samping Allah, maka ia telah menyekutukan-Nya, dan dengan demikian ia berarti belum merealisasikan keimanan.

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Syarh Tsalaatsatil Ushuul, Penulis Matan: Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah, Penulis Syarah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, Penyusun: Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman, Penerbit: Darul Tsarya, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi, Cetakan III, Tahun 1997 M, Judul Terjemahan: Syarah Tsalaatsatul Ushuul (Mengenal Allah, Rasul dan Dinul Islam, Penjelasan Singkat Tentang Ilmu-ilmu yang Wajib Diketahui Setiap Muslim), Penerjemah: Hawin Murtadlo, Salafuddin Abu Sayyid, Editor: Muhammad Albani, Penerbit: Al-Qowam, Sukoharjo - Indonesia, Cetakan XIII, Maret 2016 M.

===

Wakaf dari Ibu Anny - Jakarta untuk Perpustakaan Baitul Kahfi Tangerang.
Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusan kebaikannya.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Blog Archive