BACA KELANJUTAN BUKU - BUKU DALAM BLOG INI DI BAITUL KAHFI TANGERANG YANG BARU, KLIK DI SINI !

Friday, 21 July 2017

Pendahuluan Muhaqqiq (12) | Kemuliaan Rasulullah

Bidayatu As-Suul fi Tafdili Ar-Rasul.

Kemuliaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Imam Ibnu Abdussalam As-Sulami Asy-Syafi'i Ad-Dimasyqi.

Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

Muhammad Iqbal Kadir.

Oleh karena itu, tidak selayaknya orang yang mengetahui tentang ilmu ini (takhrij) berdiam diri dan membiarkannya. Atau bahkan sudah seharusnya dinyatakan secara transparan -baik dukungan atau kritikan- sesuai dengan kondisi real sanadnya. Apabila benar, maka nyatakanlah dengan lugas, dan apabila tidak benar, maka tinjau ulanglah lagi. Dan andai kemudian ditemukan riwayat lain yang memperkuatnya, maka tampakkanlah kebenaran dan kelemahan dari riwayat tersebut juga.

Dan inilah yang seharusnya dilakukan secara syariat. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam,

"Agama adalah nasehat (peringatan) akan (kebenaran) kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemuka kaum Muslimin, dan masyarakat umum." (HR. Muslim)

Dan saya melihat penulis juga kerap melakukannya, walau masih jarang.

3. Penulis tidak melakukan takhrij atas keseluruhan hadits-hadits yang ada. Semoga (hal yang terlewatkan ini) disebabkan karena faktor kelupaan. Seperti kealfaannya saat menuangkan hadits pada pembahasan poin 14, yang seharusnya dapat dengan mudah ditemukan dalam kitab hadits Bukhari dan Muslim.

Kemudian tentang sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam pembahasan poin 17, "...dan kami adalah orang pertama yang masuk Surga." Penulis tidak men-takhrij-nya padahal hadits tersebut juga terdapat dalam kitab "Shahih Muslim" dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Sedangkan bagian lain sebelum hadits tersebut di-takhrij oleh beliau dan dinisbatkan ke hadits Hudzaifah dalam kitab "Shahih Muslim". Yang masih punya kaitan dengan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu seperti yang akan anda lihat nanti.

4. Penulis sering menisbatkan hadits-haditsnya kepada para imam-imam perawi hadits yang kurang masyhur, yang sebenarnya akan lebih utama untuk menisbatkannya kepada imam-imam masyhur yang menyusun kitab "Shahih". Tindakan ini sudah tentu bertentangan dengan logika ulama hadits pada umumnya.

Misalnya, ketika penulis men-takhrij hadits pertama,

"Sayalah penghulu anak cucu Adam dan tidak sombong."

Dia nisbatkan kepada Ibnu Abi Ashim dalam kitabnya "Al Adab".

Baca selanjutnya:

Daftar Isi Buku Ini.

Daftar Buku Perpustakaan Ini.

===

Maraji'/ sumber:

Kitab: Bidayatu As-Suul fi Tafdili Ar-Rasul, Penulis: Imam Ibnu Abdussalam As-Sulami Asy-Syafi'i Ad-Dimasyqi, Pentahqiq: Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Tanpa Keterangan Penerbit, Tanpa Keterangan Cetakan, Tanpa Keterangan Tahun, Judul Terjemahan: Kemuliaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, Penerjemah: Muhammad Iqbal Kadir, Editor: Ahmad Taufiq Abdurrahman, Sri Yulyastuti, Penerbit: Najla Press, Jakarta - Indonesia, Cetakan Pertama, September 2004 M.

===

Abu Sahla Ary Ambary bin Ahmad Awamy bin Muhammad Noor al-Bantani
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Blog Archive